Kamis, 18 Desember 2014

News / Nasional

Kasus Penembakan Polisi, Pertaruhan Penting Sutarman Menuju Kursi Kapolri

Minggu, 18 Agustus 2013 | 20:06 WIB
DIAN MAHARANI Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Sutarman.

BANDUNG, KOMPAS.com
- Upaya untuk mengungkapkan kasus penembakan polisi yang terjadi beberapa waktu terakhir dinilai akan menjadi pertaruhan penting bagi Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol. Sutarman sebagai calon Kapolri. Hal ini disampaikan oleh Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) M. Nasser.

"Perkara ini menjadi pertaruhan penting bagi Kabareskrim Komjen Pol. Sutarman untuk maju menjadi Kapolri," katanya saat dihubungi Kompas.com, Minggu, (18/8/2013).

Nasser mengatakan, pihaknya akan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Komjen Pol. Sutarman jika pelaku penembak dua polisi itu tertangkap. Apalagi, kasus ini terjadi berulang kali.

Kompolnas prihatin terhadap kejadian tersebut. Oleh karena itu, Kompolnas berharap, polisi segera menangkap pelakunya. Menurut Nasser, rangkaian insiden tersebut telah melecehkan Polri.

"Pelakunya harus cepat-cepat ditangkap," tegasnya.

Caranya, lanjut Nasser, polisi bisa menerjunkan tim gabungan untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap pelakunya.

"Kami berharap Mabes polri dan Polda Metro Jaya ikut turun tangan untuk membantu Polresta Tangerang dalam memburu pelaku," tegasnya.

Seperti diberitakan, penembakan di Jalan Graha Raya, Pondok Aren, Tangerang, Jumat, (16/8/2013) malam, menewaskan anggota Polsek Pondok Aren, Aipda Kus Hendratma. Kus yang mengendarai motor dipepet dua orang yang berboncengan motor. Saat itu, Kus ditembak pada bagian belakang kepala hingga terjatuh dan tewas di tempat.

Tim Buru Sergap Polsek setempat berjumlah empat orang yang kebetulan melintas dengan mobil melihat kejadian dan langsung mengejar sert menabrak motor tersebut. Namun pengemudi mobil, Bripka Ahmad Maulana, kehilangan kendali kendaraan sehingg mobil terguling. Saat berusaha keluar dari mobil yang terbalik, pelaku menghampiri dan menembak Maulana. Ketiga rekannya yang selamat sempat menembak pelaku.

Sebelumnya, Aipda Patah Saktiyono (55), anggota Polantas Polsek Gambir, Jakarta Pusat, ditembak saat sedang mengendarai motor di Jalan Cirendeu Raya, Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (27/7/2013). Selanjutnya, Aiptu Dwiyatno (50), anggota Binmas Polsek Metro Cilandak, tewas ditembak di bagian kepala belakang saat sedang mengendarai motor di depan Gang Mandor, Jalan Otista Raya RT 03/11, Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat Kota, Tangerang Selatan, Rabu (7/8/2013).

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Kontributor Bandung, Rio Kuswandi
Editor : Caroline Damanik