Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Nasional

Ini Teknologi Surat Suara di Indonesia

Selasa, 13 Agustus 2013 | 16:58 WIB
HENDRA A SETYAWAN Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik (dua dari kiri)

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyelesaikan Peraturan KPU (PKPU) tentang Logistik Pemilu 2014. Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan, pihaknya cenderung memilih opsi microtext atau teks sangat kecil sebagai penanda keaslian surat suara.

“Kalau untuk yang murah itu dalam bentuk microtext karena itu tidak menambah biaya lagi,” ujar Husni saat ditemui di Jakarta, Selasa (13/8/2013).

Dia membantah surat suara dengan penanda microtext mudah dipalsukan. Menurutnya, isi dan jenis teks yang akan digunakan nanti hanya akan diketahui pihak KPU.

“Belum tentu juga (mudah dipalsukan). Microtext itu juga nanti diblok, hanya KPU yang tahu. Belum tentu nanti tulisannya ‘Komisi Pemilihan Umum’,” sanggahnya.

Dia mengatakan, dari segi harga, penanda microtext lebih murah dibanding mekanisme yang lain. Namun, katanya, tingkat keamanannya cenderung sama dengan pilihan lain seperti security paper, security printing, atau hologram.

“Tingkat keamanannya sebenarnya sama saja. Tapi, dalam membuat kebijakan, KPU harus berprinsip efektivitas dan efisiensi,” kata Husni.

Dikatakan mantan anggota KPU Sumatera Barat itu, spesifikasi surat suara nanti akan dirumuskan dalam Surat Keputusan Ketua KPU. SK tersebut, katanya, akan diterbitkan seusai ada ketetapan bentuk penanda surat suara.

Sebelumnya, dalam rapat konsultasi KPU dengan Komisi II DPR, muncul beberapa gagasan untuk pananda keaslian surat suara. Selain microtext, usulan lainnya adalah security paper, security printing, dan hologram.

Komisioner KPU Ida Budhiati juga mengatakan, kertas dengan security paper lebih sulit dipalsukan dan perlu waktu lama untuk mencetaknya. Menurutnya, pencetakan security paper harus dengan izin Badan Inetelijen Nasional (BIN). Namun, kertas jenis ini sangat mahal.

Sementara itu, penanda security printing memerlukan alat khusus untuk memeriksa keasliannya. Kelemahan lainnya, sama dengan penanda security paper. Adapun penanda hologram dapat dikenali dengan mudah.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Deytri Robekka Aritonang
Editor : Hindra Liauw