Kamis, 2 Oktober 2014

News / Nasional

NU: Lebih Baik Takbiran di Masjid atau Rumah

Rabu, 7 Agustus 2013 | 16:40 WIB
Kompas/Yuniadhi Agung Ketua umum PB Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj.

JAKARTA, KOMPAS.com —Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyarankan masyarakat untuk tidak konvoi atau keliling kota di jalan pada malam takbiran. Masyarakat diharapkan melaksanakan takbiran di masjid atau dalam rumah.

"Takbiran masjid, di rumah-rumah. Diem gitu di tempat, bukan jalan-jalan, bukan mobile," ujar Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (7/8/2013).

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi telah melarang warganya menggelar takbiran dengan berkeliling kota. Ia mengimbau agar kegiatan tersebut dilakukan di sekitar masjid. NU pun mendukung kebijakan Jokowi itu.

"Itu kebijakan penguasa atau pemerintah. Ya, kita dukung sajalah demi ketertiban," katanya.

Takbiran biasa dilakukan oleh pemeluk agama Islam hingga malam hari untuk menyambut datangnya hari raya Idul Fitri. Takbiran dilakukan dengan mengucap kalimat takbir "Allahu Akbar". Malam takbiran biasanya dilakukan dengan pawai atau konvoi di jalanan membawa beduk. Diharapkan, takbiran dimaknai untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Untuk diketahui, datangnya hari raya Idul Fitri 1434 Hijriah semakin dekat. Saat ini, pemerintah sedang menggelar sidang isbat di Kementrian Agama. Sidang isbat akan menentukan jatuhnya hari raya Idul Fitri tahun ini.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Dian Maharani
Editor : Caroline Damanik