Kamis, 31 Juli 2014

News / Nasional

Benny Mamoto: Kompol AD Curi Dokumen di Ruang BNN

Sabtu, 6 Juli 2013 | 03:48 WIB
KRISTIANTO PURNOMO Deputi Bidang Penindakan Badan Narkotika Nasional, Inspektur Jenderal Benny Mamoto (tengah), memberikan keterangan pers hasil penetapan status Raffi Ahmad bersama tujuh orang lainnya yang diperiksa BNN di Kantor Badan Narkotika Nasional, Jakarta, Jumat (1/2/2013). Raffi Ahmad ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti mengonsumsi 3,4-MDMC dan kepemilikan narkoba. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang komisaris polisi berinisial AD diketahui datang menyelinap ke ruang staf Inspektur Jenderal Benny Mamoto, Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (4/7/2013) malam. Kompol AD membawa dua dokumen dari ruangan tersebut.

"Itu mencuri namanya. Kalau dia menggeledah harus ada surat, berikutnya harus ada tanda terima barang apa yang diambil. Harus sesuai prosedurlah," ujar Benny saat dihubungi, Jumat (5/7/2013). Kejadian tersebut tak lama setelah diketahui Benny dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal Polri oleh seseorang bernama Helena atas tuduhan penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan.

Benny mengaku tidak tahu apakah kedatangan Kompol AD terkait kasus yang dilaporkan Helena itu. Diketahui, Kompol AD saat ini bertugas di Badan Reserse Kriminal Polri. Benny mengatakan, Kompol AD juga mengancam petugas keamanan untuk tidak membuka mulut terkait kedatangannya ke BNN.

Menurut Benny, jika bermaksud menyita barang bukti terkait kasus yang dilaporkan Helena, Kompol AD bisa datang dengan cara profesional. "Kalau profesional, kok mengancam. Di situ kan ada piket," kata dia.

Benny mengatakan, kedatangan Kompol AD juga terekam CCTV di gedung BNN. Dua dokumen itu dimasukkan dalam tas dan satu lainnya ditenteng. BNN masih mencari tahu dokumen apa yang diambil Kompol AD.

Atas peristiwa tersebut, BNN langsung berkoordinasi dengan Polres Jakarta Timur. Benny menambahkan, dia belum mengomunikasikan hal tersebut pada Badan Reserse Kriminal Polri. Dia berharap petinggi Polri akan mengklarifikasi langsung kepada Kompol AD terkait pengambilan dokumen ini.

Penulis: Dian Maharani
Editor : Palupi Annisa Auliani