Djoko Susilo Akui Panggilannya Dhika - Kompas.com

Djoko Susilo Akui Panggilannya Dhika

Icha Rastika
Kompas.com - 25/06/2013, 17:09 WIB
KOMPAS/ALIF ICHWAN Agenda sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (21/5/2013) dengan terpidana kasus korupsi simulator SIM, Irjen Pol Djoko Susilo, kali ini mengangendakan pemeriksaan saksi. Sidang Djoko Susilo -Agenda sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (21/5/2013) dengan terpidana kasus korupsi simulator SIM, Irjen Pol Djoko Susilo, kali ini mengangendakan pemeriksaan saksi. Tampak Djoko di dampingi dengan penasehat hukumnya Juniver Girsang (kanan) mengikuti jalannya sidang.
JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian RI Inspektur Jenderal Djoko Susilo mengaku dipanggil dengan nama Dhika di lingkungan keluarganya. Hal ini disampaikan Djoko menanggapi keterangan sejumlah saksi yang mengenalnya dengan nama Andhika.

“Memang benar di keluarga, nama panggilan saya Dhika, bukan Djoko Susilo,” kata Djoko dalam persidangan kasus dugaan korupsi dan pencucian uang proyek simulator ujian surat izin mengemudi (SIM) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (25/6/2013).

Sebelumnya, saksi Henny Rayani dan Ali Suddin mengaku kenal dengan Mahdiana, istri kedua Djoko Susilo. Keduanya pernah membeli rumah dari Mahdiana. Menurut Henny dan Ali, Mahdiana memiliki suami yang bernama Andhika.

“Saya manggilnya Mas Dhika, namanya Andhika Susilo,” tutur Henny.

Mereka juga membenarkan bahwa Andhika adalah orang yang sama dengan terdakwa Djoko. Henny dan Ali mengaku pernah bertemu dengan Andhika suami Mahdiana. “Saat buka puasa bersama di rumahnya di Jalan Durian, saya bertemu dengan Mas Dhika. Saat ultah Mahdiana di restorannya, dan seingat saya cuma itu saja,” tutur Henny.

Saat ditanya tim jaksa penuntut umum KPK mengenai pekerjaan suami Mahdiana, Henny mengaku tidak tahu. Menurut Henny, Mahdiana pernah bercerita kepadanya bahwa dia tidak tahu apa pekerjaan suaminya sendiri.

“Dia (Mahdiana) tidak pernah tahu pekerjaan suaminya. Kalau ditanya, suaminya jawab pekerjaan saya rahasia negara,” katanya.

Selain itu, Henny membenarkan bahwa Mahdiana memiliki salon dan restoran. Dia pernah menginvestasikan uang Rp 1 miliar untuk bisnis restoran Mahdiana di Central Park, Jakarta. Dalam kasus dugaan pencucian uang proyek simulator SIM, Djoko didakwa menyamarkan hartanya yang patut diduga berasal dari tindak pidana korupsi dengan sejumlah cara, antara lain melalui pembelian aset yang diatasnamakan orang lain. Sejumlah aset Djoko berupa lahan dan bangunan diatasnamakan Mahdiana.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisIcha Rastika
    EditorHindra Liauw
    Komentar

    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM