Sabtu, 19 April 2014

News / Nasional

Elektabilitas Jokowi Melesat, Apa Komentar Prabowo?

Jumat, 14 Juni 2013 | 22:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, enggan mengomentari tingginya popularitas dan elektabilitas Joko Widodo sebagai calon presiden.

Bagi Prabowo, kemungkinan untuk menyandingkan dirinya dengan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai pasangan presiden dan wakil presiden 2014-2019 juga tak perlu dibahas.

"Saya kira tidak perlu spekulasi. Ini kan demokrasi, kita susun caleg, kita sodorkan gagasan. Kalau hari ini survei (mengatakan) A, besok B, kita sudah ada cara. Kita ikuti proses demokrasi ini tahap demi tahap," ujar Prabowo, di Jakarta, Jumat (14/6/2013).

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu mengatakan, partainya sudah memiliki cara bagaimana untuk membangun bangsa.

"Kami kerja turun ke rakyat. Gerindra punya gagasan yang bisa bawa negara ke arah lebih baik," terang pensiunan jenderal bintang tiga TNI AD itu.

Sekadar informasi, Gerindra sudah menyatakan akan mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Namun, untuk wakil presiden, Gerindra belum menentukannya.

Sementara itu, Gerindra dan PDI-P memiliki hubungan "mesra". Dua partai oposisi itu kini menempatkan kadernya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Banyak pihak juga mengatakan, tingginya elektabilitas dan popularitas Prabowo berkat sosok Jokowi. Namun, kini dalam berbagai survei, Jokowi berada di atas Prabowo.


Editor : Hindra
Sumber: