Sabtu, 1 November 2014

News / Nasional

Taufiq Kiemas Ajarkan Seni Berpolitik

Minggu, 9 Juni 2013 | 17:33 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Sutiyoso, mengatakan, almarhum Ketua MPR Taufiq Kiemas merupakan sosok yang bijaksana. Taufiq selalu mengajarkan seni berpolitik tanpa harus menjegal lawan-lawan politiknya.

"Cara politiknya dia itu tidak pernah menjegal lawan-lawannya. Dia selalu rangkul semuanya. Inilah yang pada akhirnya kita teladani," kata Sutiyoso, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (9/6/2013).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku jika dirinya selalu ingat pesan politik yang disampaikan oleh Taufiq Kiemas. Salah satu pesan Taufiq yang selalu diingatnya yaitu agar mendukung kinerja pemerintah dalam penyelenggaraan negara yang baik.

"Pada dasarnya politik itu mulia, bukan untuk berebut kekuasaan sehingga tidak pernah menjegal lawan politik, meski posisinya dalam oposisi. Kita harus dukung kinerja pemerintah," ujarnya.

Taufiq wafat pada Sabtu (8/6/2013) malam di Singapura karena penyakit komplikasi yang selama ini dideritanya. Ia menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura sejak Senin (3/6/2013). Taufiq menjalani perawatan setelah mendampingi Wakil Presiden Boediono meresmikan Monumen Bung Karno dan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (1/6/2013). 

Ia meninggal pada usia ke-70 tahun. Taufiq meninggalkan seorang istri, Dyah Permata Megawati Setyawati atau Megawati Soekarnoputri, dan tiga anak, yaitu Mohammad Rizki Pratama, Mohamad Prananda Prabowo, dan Puan Maharani Nakshatra Kusyala.

 


Penulis: Dani Prabowo
Editor : Hindra