Selasa, 24 Januari 2017

Nasional

Kompas Gramedia-Indonesia Mengajar Bergandeng Tangan Bangun Pendidikan

Kamis, 30 Mei 2013 | 15:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com  Karena kesamaan visi dalam mencerahkan masyarakat dan mencerdaskan bangsa, Kompas Gramedia sepakat menjalin kerja sama dengan Indonesia Mengajar melalui penandatanganan nota kesepahaman yang ditandatangani oleh CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo dan Ketua Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar Anies Baswedan di Hotel Santika Jakarta, Kamis (30/5/2013). Keduanya sepakat untuk bersinergi untuk memajukan pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik.

Dalam sambutannya, Agung mengatakan, masa depan Indonesia menghadapi tantangan besar, baik dari persoalan dalam negeri maupun persaingan di tingkat global. Menurut Agung, pendidikan yang mencerahkan dan menginspirasi adalah jawabannya.

Namun, lanjut Agung, masalahnya, pendidikan di Indonesia juga sarat dengan persoalan dan tarik-menarik antara sistem dan hakikat pendidikan itu sendiri. Di samping itu, masih banyak anak-anak yang putus sekolah. Paling tidak, dalam 10 tahun mendatang, ada 30 juta anak Indonesia yang tidak menyelesaikan sekolah hingga jenjang SMA.

"PR-nya masih banyak yang harus dilakukan, tetapi tetap harus kembali diselesaikan lewat pendidikan. Kalau kita kehilangan 30 juta anak yang hilang entah ke mana, saya kira itu jadi cita-cita belaka," tuturnya.

Oleh karena itu, Agung mengajak Kompas Gramedia untuk menginspirasi seluruh masyarakat Indonesia memulai perubahan sekecil apa pun untuk gigih membangun pendidikan.

"Saya harap ini mendorong kita untuk melakukan sesuatu. Meski kecil, ini bisa menjadi lilin yang kemudian disatukan menjadi api yang kemudian makin besar," tambahnya.

Melalui kerja sama ini, Kompas Gramedia akan mendukung Indonesia Mengajar melalui tiga hal, yaitu menjadi media partner yang secara khusus mengekspos kegiatan Indonesia Mengajar melalui artikel dan iklan, turut berpartisipasi dalam kegiatan Indonesia Mengajar, serta memberikan informasi lowongan kerja Kompas Gramedia kepada alumni pengajar muda.

Pengajar muda dinilai memiliki karakter, kepribadian, wawasan, dan kepemimpinan yang kuat dan matang sehingga dinilai akan mampu bersaing di setiap jenjang karier.

Dalam acara ini juga digelar talkshow bertajuk "Membangun Future Leaders Indonesia melalui Pendidikan". Selain Anies, talkshow yang dipandu oleh Aiman Witjaksono ini juga menghadirkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, penulis Iwan Setyawan, dan pakar manajemen Rhenald Kasali. Acara ini dihadiri oleh para rektor sejumlah kampus di Jakarta, sejumlah kepala sekolah menengah atas atau kejuruan di Jakarta, serta pejabat Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Caroline Damanik
Editor : Caroline Damanik