Survei CSIS: Jokowi Capres Teratas - Kompas.com

Survei CSIS: Jokowi Capres Teratas

Sandro Gatra
Kompas.com - 26/05/2013, 16:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi kembali berada di urutan teratas dalam hasil survei sebagai calon presiden di Pemilu 2014 . Kali ini, elektabilitas Jokowi mengalahkan tokoh parpol maupun pejabat lainnya berdasarkan survei Centre for Strategic and Internasional Studies (CSIS).

Hasil survei disampaikan Ketua Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS Philips J Vermonte dan peneliti senior CSIS J Kristiadi saat jumpa pers di Jakarta, Minggu (26/5/2013).

Survei tersebut dilakukan secara tatap muka dengan jumlah responden 1.635 orang yang berada di 31 provinsi pada 9-16 April 2013. Warga Papua dan Papua Barat tidak dilakukan survei lantaran situasi yang tidak kondusif.

Philips mengatakan, ketika ditanya siapa tokoh yang akan dipilih sebagai capres di Pemilu 2014, sebanyak 28,6 responden menjawab Jokowi. Tokoh lain yang disebut, yakni Prabowo Subianto sebanyak 15,6 persen, Aburizal Bakrie 7 persen, Megawati Soekarnoputri 5,4 persen, Jusuf Kalla 3,7 persen, Mahfud MD 2,4 persen, Hatta Rajasa 2,2 persen, dan 28 persen responden belum memiliki pilihan.

Dari segi popularitas, Jokowi paling populer di antara pejabat publik atau pejabat negara lainnya. Popularitas politisi PDI Perjuangan itu sebesar 85,9 persen, mengalahkan Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono di angka 78,5 persen. Pejabat lainnya, yakni Sri Sultan Hamengkubuwono X 59,5 persen, Dahlan Iskan 42,6 persen, Mahfud MD 39,6 persen, Pramono Edhie Wibowo 20,2 persen, Djoko Suyanto 15,2 persen, Gita Wirjawan 8,4 persen, dan lainnya.

Philips mengatakan, hasil survei CSIS pada Januari 2012, Prabowo paling tinggi tingkat dukungan publik sebagai capres. Namun, elektabilitas Jokowi kini melampaui Prabowo. Adapun elektabilitas tokoh-tokoh lama, kata dia, stagnan atau menurun.

"Fenomena ini bukan soal Jokowi semata. Ini indikasi bahwa masyarakat Indonesia mengharapkan calon pemimpin alternatif, Jokowi atau calon alternatif lainnya," kata Philips.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisSandro Gatra
    EditorA. Wisnubrata
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Sandiaga: Kami Tak Mau 'Launching' Tanah Abang Sebelum Ada Maketnya

    Sandiaga: Kami Tak Mau "Launching" Tanah Abang Sebelum Ada Maketnya

    Megapolitan
    'Dipikir di Jakarta Enggak Banyak Orang Gangguan Jiwa, Bertambah Tiap Tahun'

    "Dipikir di Jakarta Enggak Banyak Orang Gangguan Jiwa, Bertambah Tiap Tahun"

    Megapolitan
    Konflik Israel-Palestina (5): Holocaust dan Imigrasi Ilegal Yahudi

    Konflik Israel-Palestina (5): Holocaust dan Imigrasi Ilegal Yahudi

    Internasional
    Bisa Jawab Pertanyaan, Siswi Ini Dapat Cokelat dari Anies

    Bisa Jawab Pertanyaan, Siswi Ini Dapat Cokelat dari Anies

    Megapolitan
    Mengenal Sudrajat, Cagub Jawa Barat yang Diusung Partai Gerindra

    Mengenal Sudrajat, Cagub Jawa Barat yang Diusung Partai Gerindra

    Nasional
    Pemenang Nobel Perdamaian Peringatkan Dampak Senjata Nuklir

    Pemenang Nobel Perdamaian Peringatkan Dampak Senjata Nuklir

    Internasional
    Membayangkan Jakarta Saat Asian Games

    Membayangkan Jakarta Saat Asian Games

    Megapolitan
    Konflik Israel-Palestina (4): Revolusi Arab dan Solusi Dua Negara

    Konflik Israel-Palestina (4): Revolusi Arab dan Solusi Dua Negara

    Internasional
    Foto Seksi Beredar di Medsos, Eks Anggota DPRD Ini Mengaku Diperas Rp 50 Juta

    Foto Seksi Beredar di Medsos, Eks Anggota DPRD Ini Mengaku Diperas Rp 50 Juta

    Regional
    PM Israel Minta Rakyat Palestina Menerima Keputusan Trump

    PM Israel Minta Rakyat Palestina Menerima Keputusan Trump

    Internasional
    Konflik Israel-Palestina (3): Sejumlah Konflik Awal di Palestina

    Konflik Israel-Palestina (3): Sejumlah Konflik Awal di Palestina

    Internasional
    Ketika 2 Menteri dan 1 Bupati Jadi Tamu Tak Diundang di Pernikahan Warga

    Ketika 2 Menteri dan 1 Bupati Jadi Tamu Tak Diundang di Pernikahan Warga

    Regional
    Berita Terpopuler: Diculik Selama 40 Tahun, hingga Israel Disebut Teroris

    Berita Terpopuler: Diculik Selama 40 Tahun, hingga Israel Disebut Teroris

    Internasional
    700.000 Anak dan Orang Dewasa di Jakarta Barat Dapat Imunisasi Difteri

    700.000 Anak dan Orang Dewasa di Jakarta Barat Dapat Imunisasi Difteri

    Megapolitan
    Konflik Israel-Palestina (2): Runtuhnya Ottoman dan Mandat Palestina

    Konflik Israel-Palestina (2): Runtuhnya Ottoman dan Mandat Palestina

    Internasional

    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM