Ada Rekaman Fathanah-Luthfi soal 40 Ribu Dollar AS - Kompas.com

Ada Rekaman Fathanah-Luthfi soal 40 Ribu Dollar AS

Kompas.com - 17/05/2013, 22:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi memutar rekaman percakapan telepon antara mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq dengan orang dekatnya, Ahmad Fathanah, dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (17/5/2013).

Melalui salah satu rekaman yang diputarkan, terungkap adanya rencana pemberian uang 40.000 dollar AS kepada Luthfi dari Fathanah.

"Mau dibawa ke mana nganter ini yang empat puluh ribu dollar?" kata Fathanah kepada Luthfi seperti yang disebutkan dalam rekaman.

Belum diketahui terkait urusan apa uang 40.000 dollar AS atau sekitar Rp 400 juta itu diberikan kepada Luthfi.

"Iya, dua ratus lima puluh sudah transfer ke itu, siapa itu, dua ratus lima puluh juta, transfer," kata Fathanah lagi dalam rekaman pembicaraan tersebut.

Menurut rekaman pembicaraan itu, Luthfi meminta agar uangnya diantarkan ke kantor DPP PKS, TB Simatupang, Jakarta. "Ana lagi di DPP. Jam satu baru mau meninggalkan DPP," ujar Luthfi kepada Fathanah.

Fathanah pun sepakat dengan mengatakan, "Ana usahakan deh, kalau lewat DPP, lewat DPP, anak tinggalin, langsung jalan nih."

Berdasarkan rekaman pembicaraan itu, Luthfi terdengar menawar. Luthfi mengira Fathanah akan mengirimkan lebih dari 40.000 dollar AS. "Ana kirain ente mau kirim lima ratus lima puluh," ujar Luthfi dalam rekaman tersebut.

Fathanah pun menimpalinya dengan mengatakan kalau dia bisa jadi rugi. "Eh, jadi ana rugi. Ini bisa bisa, bisa bisa gunung antum ini, gunung antum ini, nanti ana kasih tau, gunung antum bisa meledak lho. Artinya betul-betul nggak ada pemasukan di antum. Trus korek korek korek korek korek korek akhirnya, akhirnya meledak sendiri deh. Nggak kayak bisa tidur lagi di rumah," tutur Fathanah dalam rekaman tersebut.

Seolah takut, Luthfi menjawab Fathanah, "Enggak.. Enggak..yang yang yang dulu kan potong pajak dua puluh lima persen. Kalau yang sekarang.... Haha...," ujarnya.

"Ya Allah, ini pajak kali ini, pajak preman, ya akhi. Ini pajak preman ini," timpal Fathanah. "Ya sudah, ana jam satu berangkat, kalau mau ke sini sebelum jam satu ya," kata Luthfi lagi.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorTri Wahono
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

    Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

    Megapolitan
    Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal  Win Long BH 2998

    Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal Win Long BH 2998

    Regional
    Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

    Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

    Regional
    'Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres'

    "Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres"

    Nasional
    India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

    India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

    Internasional
    Indonesia Mini di 'Kampus Toleransi' Salatiga

    Indonesia Mini di "Kampus Toleransi" Salatiga

    Regional
    Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Islam Jaga Kedamaian di Tahun Politik

    Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Islam Jaga Kedamaian di Tahun Politik

    Regional
    Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

    Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

    Megapolitan
    Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

    Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

    Internasional
    Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

    Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

    Regional
    Gelar 'Gala Dinner' di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

    Gelar "Gala Dinner" di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

    Megapolitan
    Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

    Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

    Regional
    Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

    Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

    Regional
    Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

    Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

    Regional
    Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

    Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

    Regional

    Close Ads X