Minggu, 26 Oktober 2014

News / Nasional

Rapat Majelis Syuro PKS Dilanjutkan Minggu Pagi

Minggu, 12 Mei 2013 | 09:57 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan melanjutkan rapat internalnya pada Minggu (12/5/2013) pagi. Rapat akan fokus membahas tentang strategi pemenangan Pemilu bagi PKS dan juga tentang antisipasi perkembangan sosial politik menjelang Pemilu 2014.

"Majelis syuro diskors untuk malam ini dan besok akan dimulai jam 9," ujar Wakil Sekretaris Jenderal PKS Fahri Hamzah dalam pesan singkat, Sabtu (11/5/2013) malam.

Secara umum, lanjutnya, agenda yang dibicarakan malam ini baru pengantar pada isu-isu yang sedang dibahas terkait ratifikasi strategi pemenangam pemilu, mengantisipasi perkembangan sosial ekonomi politik menjelang Pemilu 2014, dan mengusulkan agenda yang dianggap penting oleh para peserta.

Sebelumnya, rapat Majelis Syuro diselenggarakan pada pukul 20.00 dengan dipimpin Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin. Sebanyak 99 anggota Majelis Syuro dari seluruh daerah hadir dalam pertemuan yang dilangsungkan secara tertutup di kantor DPP ini. Wartawan hanya boleh diperkenankan meliput dari luar pagar gedung.

Adapaun, rapat mendadak para anggota Majelis Syuro ini sesaat setelah kekisruhan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan PKS terkait penyitaan sejumlah mobil di kantor DPP PKS beberapa waktu lalu. Mobil-mobil itu disebut KPK terkait dengan tindak pencucian uang yang dilakukan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Luthfi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap impor daging sapi.

Penyidik KPK sempat menyegel enam mobil yang ada di kantor DPP PKS sejak Senin (6/5/2013) hingga Selasa (7/5/2013) malam. Keenam mobil itu yakni VW Carravel berplat B 948 RFS, Mazda CX 9 berplat B 2 RFS, Fortuner berplat B 544 RFS, Mitsubishi Grandsi berplat B 7476 UE, Nissan Navara dan Pajero Sport.

Awalnya, penyidik hendak menyita mobil-mobil itu, namun upaya itu akhirnya gagal. Penyidik hanya berhasil menyegel mobil yang diduga terkait dengan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang dalam kasus impor daging sapi.

Rencananya, untuk mengangkut mobil-mobil itu, KPK akan meminta bantuan polisi. KPK pun menegaskan bahwa penyidiknya kemarin sudah datang sesuai prosedur, yakni membawa surat tugas penyitaan. Namun, PKS bersikeras KPK tidak datang membawa surat penyitaan.

Ketua DPP PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan yang dibawa KPK adalah surat pemanggilan terhadap Presiden PKS Anis Matta dan Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin, bukan surat penyitaan. Atas ketidaksesuaian prosedur itu, PKS pun berencana melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri dan Komite Etik.

 


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Farid Assifa