Jumat, 18 April 2014

News / Nasional

Wakapolri: Pemberitaan Media Membuat Teroris Kabur

Sabtu, 11 Mei 2013 | 13:15 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Wakil Kepala Kepolisian Negara RI Komisaris Jenderal Nanan Soekarna mengaku dirugikan media terkait upaya penangkapan teroris beberapa hari terakhir. Pemberitaan penangkapan teroris yang gencar menyebabkan beberapa pelaku teroris tahu dan melarikan diri sebelum ditangkap.

"Gerakan polisi sudah ketahuan sehingga jaringan teroris ini bisa lolos. Harusnya upaya penangkapan teroris ini berlangsung senyap," kata Nanan di sela Seminar Ekonomi dan Hukum yang diadakan Nahdlatul Ulama, Sabtu (11/5/2013) di Surabaya, Jawa Timur.

Nanan memberi contoh upaya Densus 88 saat menggerebek rumah terduga teroris di Bandung, Kamis malam lalu, tidak maksimal. Rumah yang digerebek kosong. Nanan menduga teroris sudah tahu dan melarikan diri karena penangkapan rekan mereka telah diberitakan sehari sebelumnya.

Meski demikian, dalam penangkapan serentak di beberapa kota sejak Selasa lalu, Polri telah menangkap 14 terduga teroris dan 7 terduga teroris tewas. Penangkapan terakhir berlangsung di Lampung.

Menurut Nanan, pemberitaan tentang penangkapan teroris yang gencar juga menguntungkan pihak teroris. Para teroris berhasil meneror masyarakat melalui media massa. Teroris mengukuhkan eksistensi mereka dan menyatakan bahwa mereka masih punya kekuatan untuk menakut-nakuti masyarakat.

Meski demikian, Nanan mengatakan, media masih punya peran penting dalam bentuk upaya preventif untuk mengedukasi masyarakat supaya tidak terjebak aliran radikal yang menjurus ke terorisme.


Penulis: Herpin Dewanto Putro
Editor : Marcus Suprihadi