Sabtu, 20 September 2014

News /

KPK Selidiki Pengadaan Peralatan di Hambalang

Sabtu, 27 April 2013 | 02:11 WIB

Jakarta, Kompas - Komisi Pemberantasan Korupsi kini beranjak menyelidiki pengadaan peralatan dalam pembangunan kompleks olahraga terpadu di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Langkah ini bersamaan dengan penyelidikan KPK terhadap dugaan korupsi dalam proyek tersebut.

Demikian diungkapkan Juru Bicara KPK Johan Budi SP dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Jumat (26/4). Penyelidikan ini merupakan sebuah terobosan terbaru KPK dalam membongkar kasus korupsi. Selama ini, KPU menyelidiki dugaan korupsi dalam kasus ini terkait dengan pengadaan tanah dan gedung.

Menurut Johan, penyelidikan yang menjadi terobosan baru KPK ini terkait dengan pengadaan peralatan, seperti furnitur, bukan penyelidikan orang per orang. ”Dan kenapa baru sekarang, hal ini terkait informasi dan data. Data itu harus divalidasi dahulu, baru kemudian dilakukan penyelidikan,” katanya.

Terkait hal ini, KPK telah menyelidiki

tersangka mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng; pejabat pembuat komitmen proyek, Deddy Kusdinar; dan petinggi PT Adhi Karya, Teuku Bagus Mohammad Noor.

Johan mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan KPK saat ini dilakukan terhadap mantan karyawan PT Adhi Karya, yakni Sutrisno, Purwadi Adi Hendra Pratomo, Kurniawan Rohadi Purwo, dan Teguh Suhanta. Ada pula mantan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Mirwan Amir serta Arif Taufiqurahman dan Zaria Utama dari PT Adhi Karya.

”Hari Senin (29/4), KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bupati Bogor Rachmat Yasin. Ini penjadwalan ulang setelah sepekan lalu tidak bisa hadir karena sedang umrah,” ujarnya.

Johan pun menyebutkan, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Andi Mallarangeng.

Mirwan mengaku tak tahu

Kemarin, Mirwan Amir memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus Hambalang. Pemeriksaan pertama ini berlangsung sekitar tiga jam.

Seusai pemeriksaan, Mirwan kepada wartawan mengaku diperiksa KPK terkait kasus korupsi Hambalang yang disangkakan kepada Andi Mallarangeng, Deddy Kusdinar, dan Teuku Bagus.

Dalam kasus ini, Mirwan disebut-sebut memperoleh commitment fee proyek Hambalang sekitar Rp 20 miliar.

”Saya sudah menjelaskan kepada penyidik KPK, saya tidak tahu sama sekali terkait Hambalang. Itu saja,” ujar Mirwan.

Begitu didesak wartawan bahwa mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin menginformasikan adanya dana Rp 20 miliar yang diterimanya dalam proyek Hambalang, Mirwan secara singkat mengatakan, ”Saya tidak terlibat. Saya tidak tahu sama sekali.” Kemudian, dia pun berlalu dari pelataran gedung KPK.

Luthfi kembali diperiksa

Kemarin, KPK kembali memeriksa mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian uang terkait pengurusan impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Selain Luthfi, KPK juga memeriksa tersangka Ahmad Fathanah.

KPK juga memeriksa sejumlah saksi dari pihak swasta dalam kasus ini, yaitu Tri Kurnia Rahayu, Caroline, Vitalia Shesya, Yuni Kustianingsih, dan Marcel Oma Moey. Denni Pramudia Adiningrat dari PT Radina Bio Adicita yang pun diperiksa sebagai saksi.

Sementara untuk memperkuat penyidikan terhadap tersangka Maria Elisabeth Liman, kemarin, KPK menjadwalkan memeriksa Elda Devianne Adiningrat. ”Tapi, ternyata (Elda) tidak hadir karena sakit,” ujar Johan.

Pihak swasta lain yang juga diperiksa KPK kemarin adalah teller Bank BCA Kantor Cabang Utama (KCU) Kalimalang, Rudy Susanto dan Ichwan Anggar Hertanto, Kepala PIC/KML BCA Kalimalang Suraya, dan Agung Yuniarti Pribadi dari Bagian Account BCA KCU Kalimalang. (OSA)


Editor :