Sabtu, 20 September 2014

News / Nasional

Sisi Lain Istana

Bercanda di Ekor Pesawat

Selasa, 23 April 2013 | 15:54 WIB

KOMPAS.com - Perjalanan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara, Ny Ani Yudhoyono, ke Jerman dan Hongaria pada 3-9 Maret 2013 memberi secuil kenangan tersendiri bagi sejumlah wartawan yang ikut dalam rombongan.

Setelah lepas landas dari Dubai, Uni Emirat Arab, beberapa wartawan bersama Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar, dua orang yang dikenal punya hubungan dekat dengan Jerman, yaitu Ilham Habibie (putra BJ Habibie) dan mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, serta Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah berdiri mengelilingi meja bundar.

Di atas meja bundar itu tersedia berbagai makanan kering, seperti kacang-kacangan, pisang salai, dan kerupuk. Tersedia pula air minum. Perbincangan lebih dari dua jam itu banyak diselingi letupan tawa riang terbahak-bahak, sementara para pramugari beberapa kali mengganti gelas, menambah air minum dan kacang, serta makanan kering lainnya.

Tokoh yang menjadi pusat perhatian hadirin di ekor pesawat itu adalah Wahyu Moeryadi, Pemimpin Redaksi Tempo dan mantan Kepala Protokol Istana di masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (1999-2001).

Wahyu bercerita tentang pengalamannya saat kunjungan ke Arab Saudi bersama Gus Dur. Di antara anggota rombongan adalah Menteri Pertambangan dan Energi Susilo Bambang Yudhoyono. Wahyu bercerita sambil melukiskan gerak-gerik SBY secara karikaturis ketika menunggu pesanan makanan yang tidak kunjung tiba di sebuah hotel di negeri itu.

”Saya sarankan kepada beliau (SBY) agar pesanan tertulis kepada petugas hotel jangan hanya dipasang di depan kamar hotel, tetapi perlu ditempelkan di jidat petugas hotel itu. Beliau tertawa terbahak-bahak,” kata Wahyu bercerita yang diiringi tawa pendengarnya.

Kemudian Wahyu juga berkisah tentang gerak-gerik karikaturis presiden lainnya, seperti BJ Habibie, Megawati Soekarnoputri, dan Gus Dur. Ketika berkisah tentang Presiden BJ Habibie (1998-1999), Ilham Habibie juga ikut terbahak-bahak.

Dengan gaya kocak, Wahyu juga menyampaikan prediksinya tentang jabatan apa yang akan dipegang Gita Wirjawan, Ilham Habibie, Emirsyah Satar, Fauzi Bowo, dan Sjafrie Sjamsoeddin di masa mendatang. Semua yang berdiri di situ tertawa terbahak- bahak. ”Prediksi saya ini jangan ditulis ya,” kata Wahyu.

Dari pertemuan di ekor pesawat itu, muncul gagasan untuk mengadakan pertemuan berkala antara wartawan dan SBY. Beberapa kali pertemuan berlangsung. Banyak kisah yang muncul dari beberapa kali pertemuan itu.

 


Penulis: Joseph Osdar
Editor : Hindra
Sumber: