Rabu, 27 Agustus 2014

News / Nasional

TNI AD: Tak Ada Penyerangan ke PDI-P!

Minggu, 21 April 2013 | 08:25 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Tentara Nasional Angkatan Darat membantah anggotanya melakukan penyerangan ke kantor DPP PDI-Perjuangan pada Sabtu (20/4/2013) malam. Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigadir Jenderang Rukman Ahmad, peristiwa pada Sabtu malam itu merupakan keributan anggotanya dengan warga. Mereka sama sekali tidak berniat menyerang PDI Perjuangan.

"Ini bukan penyerangan. Tidak ada itu. Ini hanya ribut dengan warga di sana. Hanya kebetulan lokasinya berdekatan," ujar Rukman saat dihubungi Minggu pagi.

Rukman menceritakan, keributan itu bermula saat Pratu Puguh, anggota Yon Zikon 13 TNI AD, berselisih paham dengan seorang warga setelah sepeda motor mereka bersenggolan. Saat kejadian, warga memprovokasi Pratu Puguh untuk berkelahi. Ia pun kemudian memanggil teman-temannya.

"Pihak PDI-P yang kemudian melerai. Justru bagus PDI-P mau melerai. Tapi entah bagaimana yang namanya berkelahi ada yang terkena pukul. Hanya saya belum dapat informasinya," ujar Rukman.

Di dalam peristiwa itu, Rukman juga memastikan anak buahnya tidak ada yang menggunakan senjata tajam atau senjata api. "Tidak ada. Kan sekarang TNI sedang disorot. Mereka (anggota TNI) tidak akan senekat itu," tuturnya.

Wakil Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristianto juga membantah adanya penyerangan terhadap Kantor DPP PDI-P yang berlokasi di Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu malam. Hasto mengatakan peristiwa sebenarnya yang terjadi adalah perselisihan akibat senggolan motor antara anggota TNI dan seorang pelajar.

"Tadi ada motor yang bersenggolan. Ternyata salah satu di antaranya melibatkan suatu oknum batalion Yon Zikon di situ. Terjadi pertengkaran atas kecelakaan tersebut," kata Hasto.

Hasto mengatakan, pelajar yang berselisih dengan anggota TNI itu kemudian berlari dan masuk di kantor DPP PDIP yang tak jauh dari lokasi. Pratu Puguh pun mengejarnya hingga ke halaman kantor DPP PDI-P. Melihat hal ini, satgas dari PDI-P berusaha melerainya.

Namun ketegangan justru muncul setelahnya. Anggota TNI tersebut kemudian menghubungi teman-temannya dari Markas Yon Zikon yang berlokasi di Srengseng Sawah. Tak lama berselang, 11 prajurit Yon Zikon mendatangi kantor DPP PDI-P untuk membantu rekannya.

Salah satu petugas satgas PDIP kemudian sempat mengalami aksi pemukulan. "Yang kami sesalkan adalah mereka masuk ke kantor PDIP dan mengambil aksi sepihak terhadap korban dalam kecelakaan tersebut," ujar Hasto.


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Hindra