Sabtu, 23 Agustus 2014

News / Nasional

Hipmi: Agus Yudhoyono Diundang secara Pribadi

Jumat, 19 April 2013 | 18:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Steering Commitee dan Panitia Indonesian Young Leaders Forum Adrian Singawinata mengatakan, penampilan Agus Yudhoyono di acara yang digelar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) tersebut adalah undangan pribadi, bukan mewakili institusinya.

"Beliau (Agus Yudhoyono) adalah undangan pribadi kami. Tidak ada sangkut paut dengan anak Presiden," kata Adrian kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (19/4/2013).

Adrian menjelaskan, penampilan Agus Yudhoyono ini hanya sebagai pembicara dari kalangan militer, tetapi dinilai masih muda. Agus dipandang sebagai sosok yang tepat untuk mengisi acara Hipmi yang beranggotakan pengusaha muda. Di sisi lain, Hipmi juga sering melihat Agus berbicara di depan publik atau forum-forum tertentu. Dengan demikian, nilai Agus menjadi semakin meningkat.

"Kami secara pribadi juga kenal beliau sehingga lebih mudah menghadirkannya," jelasnya.

Seperti diberitakan, hadirnya Agus Yudhoyono, putra sulung Presiden SBY, sebagai pembicara dalam acara Hipmi, Kamis (18/4/2013), menimbulkan kontroversi. Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin, yang juga purnawirawan bintang dua, mengapresiasi penampilan Agus. Perwira berpangkat mayor itu dinilainya terlihat cerdas, muda, dan perkasa.

"Substansi yang dipaparkan juga bagus," kata Hasanuddin.

Namun, Hasanuddin mengaku memiliki beberapa pertanyaan. Pertama, terkait keberadaan Mayor Agus sebagai perseorangan atau undangan resmi. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah perwira dengan pangkat mayor mendapat izin untuk bicara ke publik dari para atasannya. Hasanuddin merujuk aturan di lingkungan TNI. "Jangan-jangan hanya khusus untuk Agus saja izin diberikan. Padahal, di TNI itu banyak yang sampai S-3 juga. Harusnya, mereka juga diberikan kesempatan," kata Hasanuddin.

Kedua, mengenai undangan itu jatuh ke kesatuan atau ke Mabes TNI AD/Mabes TNI secara resmi. Pertanyaannya, apakah layak hal itu diwakilkan ke seorang berpangkat mayor. "Lalu, ke mana jenderal dan para kolonelnya?" kata Hasanuddin.


Penulis: Didik Purwanto
Editor : Hindra