Kamis, 2 Oktober 2014

News / Nasional

Dugaan Suap

Jadi Tersangka, Maria Bantah Terlibat Kasus Impor Daging Sapi

Jumat, 19 April 2013 | 17:49 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Utama PT Indoguna Utama Maria Elisabeth Liman melalui pengacaranya, Denny Kailimang, mengaku keberatan atas penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kepengurusan rekomendasi kuota impor daging sapi. Maria membantah terlibat memberi hadiah atau janji kepada mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq.

"Ibu Maria tentu tidak dapat menerima karena dia menganggap dia tidak bersalah," kata Kailimang, Jumat (19/4/2013).

Maria juga membantah disebut sebagai orang yang memprakarsai pertemuan di Hotel Arya Duta Medan sebelum penetapan tersangka Luthfi. Pertemuan itu diikuti oleh Luthfi, Maria, dan Menteri Pertanian Suswono.

"Pertemuan ini inisiatif dari Elda dan Ahmad Fathanah untuk memberikan masukan. Dia (Maria) sebagai pengusaha kan mengetahui, jadi ada data sehingga tidak terjadi krisis daging. Jadi, dia beri masukan-masukan ke pemerintah," kata Kailimang.

KPK menetapkan Maria sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi kepengurusan rekomendasi kuota impor daging sapi. Maria diduga sebagai pemberi hadiah atau janji kepada Luthfi dan orang dekat Luthfi, Ahmad Fathanah.

Penetapan Maria sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan penyidikan kasus rekomendasi kuota impor daging sapi yang menjerat Luthfi, Fathanah, serta dua direktur PT Indoguna, yakni Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi. KPK memutuskan penetapan Maria sebagai tersangka dalam gelar perkara awal pekan ini.

Sebelum ditetapkan KPK sebagai tersangka, Maria sudah lebih dari tiga kali diperiksa KPK sebagai saksi. Nama Maria disebut ikut dalam pertemuan di Hotel Arya Duta Medan. Menurut pengacara Luthfi, M Assegaf, beberapa waktu lalu, dalam pertemuan itu, Maria selaku perwakilan pengusaha impor daging menyampaikan sejumlah data kepada Mentan.

Assegaf membantah ada kesepakatan soal impor daging sapi antara Mentan, Luthfi, dan Maria dalam pertemuan di Medan itu. Menurut Assegaf, dalam pertemuan itu, Mentan dan pengusaha hanya mencocokkan data peredaran daging versi masing-masing.


Penulis: Icha Rastika
Editor : Laksono Hari W