Rabu, 3 September 2014

News / Nasional

Songsong Pemilu, KPU Bangun 4 Aplikasi Teknologi

Rabu, 17 April 2013 | 21:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemilihan Umum memiliki empat sistem aplikasi berbasis teknologi informasi. Keempat aplikasi baru yang diketahui bernama Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih), Sistem Informasi Calon (Silon), Sistem Informasi Penghitungan (Situng), dan Sistem Informasi Logistik (Silog), berfungsi membantu pelaksanaan proses Pemilu Legislatif 2014.

"Alat-alat bantu ini diupayakan untuk mempermudah kerja," kata Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah di Kantor KPU, Rabu (17/4/2013).

Guna mengembangkan sistem aplikasi tersebut, kata Ferry, KPU bekerja sama dengan dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), Lembaga Sandi Negara, dan Kementerian Komunikasi dan Informasi. Tidak tangung-tanggung, KPU mengalokasikan dana sebesar Rp 40 miliar untuk membangun sistem aplikasi tersebut.

Ferry menuturkan, dari empat sistem aplikasi itu, baru aplikasi Silog yang telah dilakukan uji publik sedangkan tiga sistem aplikasi lain belum menjalani uji publik. "Kami harap uji publik bisa dilakukan April atau Mei 2013," katanya.

KPU hingga saat ini masih menunggu hasil audit yang dilakukan BPPT selesai. Selain keempat sistem aplikasi itu, KPU juga mengembangkan sejumlah aplikasi lain di antaranya Sistem Informasi Daerah Pemilihan, aplikasi pengarsipan digital, dan aplikasi penyelenggara pemilu.

Ferry menjamin, banyaknya sistem aplikasi berbasis teknologi informasi yang dimiliki KPU tidak akan menghambat proses pelaksanaan pemilu itu sendiri. Justru aplikasi tersebut diharapkan untuk mengantisipasi terjadinya kasus peretasan terhadap sistem komputer KPU seperti yang terjadi di tahun 2004 dan 2009.

"Kami akan upayakan supaya tak membuat terlambat. Badan Pengawas Pemilu juga akan kami libatkan, agar mereka paham pengoperasiannya," ujar dia.


Penulis: Dani Prabowo
Editor : Hindra