Rabu, 30 Juli 2014

News / Nasional

Penggantian Kapolri dan Panglima TNI, Jangan untuk Amankan Partai Presiden

Rabu, 10 April 2013 | 00:08 WIB

Berita terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Percepatan pergantian Kapolri dinilai merupakan hal yang wajar dilakukan Presiden. Tetapi motif penggantian harus dipastikan tepat, bukan untuk mengamankan kepentingan partai tertentu apalagi partai yang diketuai Presiden.

"Yang perlu dikritisi adalah motif Presiden di balik penggantian Kapolri dan Panglima (TNI)," kata Wakil Ketua Komisi III Al-Muzzamil Yusuf saat dihubungi Selasa (9/4/2013). Kalau memang karena pemilu yang akan segera berlangsung dan pertimbangan Presiden demi stabilitas keamanan, menurut dia pergantian memang rasional.

"(Tapi) jangan sampai pergantian ini untuk mendukung atau mensukseskan partai Presiden," ujar Muzzamil. Kalau sampai itu terjadi, dia mengatakan citra masa akhir pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan semakin negatif.

Komisi III, lanjut Muzzamil, hanya bisa memberikan pertimbangan kepada Presiden. Namu pengangkatan dan pemberhentian Kapolri maupun Panglima TNI adalah hak prerogatif Presiden. "Siapapun yang dipilih Presiden, harus mempunya track record yang baik. Apalagi tantangan keamanan kita sekarang tidak ringan.Berat. Butuh orang-orang yang berpotensi betul-betul," imbuh politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo akan diganti pada Agustus atau September 2013. "Panglima TNI akan memasuki masa pensiun. Kapolri sebenarnya sampai Januari tahun depan. Tapi, karena Kapolri memiliki tugas penting berkaitan dengan Pemilu 2014, justru penggantiannya tidak bisa mendekati tahun itu," ujar Presiden SBY dalam wawancara dengan Majalah Tempo seperti dikutip di situs www.setkab.go.id.

Di dalam wawancara itu, Presiden menyebutkan Panglima TNI diganti karena faktor usia. Adapun untuk Kapolri, menurut Presiden, diperlukan figur baru yang cakap dan bisa menjalankan tugas. Tidak hanya mengamankan Pemilu 2014, tapi juga mengatasi berbagai gangguan keamanan.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Geliat Politik Jelang 2014


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Palupi Annisa Auliani