Jumat, 19 Desember 2014

News / Nasional

Pemerintah Dorong Pemilu Wali Kota/Bupati di DPRD

Senin, 1 April 2013 | 19:24 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah mendorong agar pemilihan bupati atau wali kota dilakukan oleh DPRD Kabupaten/Kota. Langkah itu dinilai dapat mencegah konflik horizontal maupun praktik korupsi pasca-pemilihan langsung bupati/wali kota.

"Kalau semua daerah terjadi konflik dengan pemilihan langsung, maka kalau tidak dewasa-dewasa juga dalam berdemokrasi, kembali ke perwakilan. Kebetulan undang-undangnya (Pemilu Kepala Daerah) sedang kita bahas dengan DPR," kata Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (1/4/2013).

Hal itu dikatakan Gamawan menyikapi kerusuhan di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, terkait pemilu kepala daerah. Massa pendukung calon wali kota/wakil wali kota Palopo yang kalah, Haidir Basir-Thamrin Jufri, diduga membakar enam gedung perkantoran karena tidak menerima kekalahan.

Gamawan mengatakan, sudah ada 50 korban tewas akibat kerusuhan yang berkaitan dengan pemilu bupati/wali kota secara langsung sejak 2005. Seluruh parpol, kata dia, seharusnya mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pendidikan politik kepada para kader serta pendukungnya.

Ia  menambahkan, dengan dipilih oleh DPRD, akan lebih mudah mengawasi proses pemilu. Dalam pembahasan, kata dia, ada wacana agar proses pemilihan langsung dilakukan setelah seluruh pasangan menyampaikan visi dan misi di DPRD.

"Pada hari itu juga dilakukan pemilihan dan ruangan itu dibuat supaya tidak bisa SMS (short message service atau pesan singkat), buat perjanjian segala macam, steril. Mengontrol 40-50 orang (anggota DPRD) kan mudah daripada money politic (di masyarakat)," kata Gamawan.

Proses pemilihan langsung wali kota/bupati, kata Gamawan, juga meringankan pengeluaran pasangan. Dengan biaya politik yang murah, tambahnya, diharapkan pasangan terpilih tidak tergerak untuk korupsi selama menjabat.

"Ini sedang dalam kajian kita bersama DPR. Mudah-mudahan dalam waktu dekat RUU tentang Pemilu Kepala Daerah dapat kita selesaikan. Saya berharap dengan kejadian di Palopo ada pencerahan terhadap kita semua," pungkasnya.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Heru Margianto