Sabtu, 22 November 2014

News / Nasional

Kapolri Mutasi Kapolda Sumbar dan Malut

Selasa, 26 Maret 2013 | 12:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur Pradopo memutasi Brigadir Jenderal Wahyu Indra Pramugari dari jabatan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat. Hal itu berdasarkan surat telegram rahasia (TR) Kapolri bernomor Kep/173/III/2013 tanggal 25 Maret 2013 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri, yang diterima Kompas.com, Selasa (26/3/2013).

Wahyu yang pernah diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi simulator SIM itu kini menjabat Widyaiswara Madya Sespim Polri Lemdikpol.

Kemudian jabatan Kapolda Sumbar yang ditinggalkan Wahyu diisi oleh Brigjen Noer Ali. Dia sebelumnya menjabat Dirtipikor Bareskrim Polri.

Posisi Noer Ali kini dijabat oleh Komisaris Besar Idham Aziz yang sebelumnya menjabat Wakadensus 88 Polri. Wakadensus sendiri kini dijabat Kombes Budiono Sandi yang sebelumnya menjabat Dirintelkam Polda Metro Jaya.

Kemudian, Dirintelkam Polda Metro dijabat Kombes Sutanto. Jabatan Karoops Polda Maluku yang ditinggali Sutanto diduduki Kombes Martuan Martuani Sormin yang sebelumnya menjabat Analis Kebijakan Madya bidang Ekonomi Baintelkan Polri.

Mutasi juga terjadi untuk jabatan Kapolda Maluku Utara yang sebelumnya dijabat Brigjen Affan Richwanto. Affan menduduki jabatan baru sebagai Dirsatwa Baharkam Polri menggantikan Brigjen Machfud Arifin. Sementara Machfud kini menjabat Kapolda Malut.

Selain itu, Wakapolda Maluku yang sebelumnya dijabat Kombes Herry Prastowo kini dijabat Kombes Muraf Ismail yang sebelumnya menjabat Kabagjiantekpol Bidppitk STIK Lemdikpol. Herry kini mengisi jabatan Dirtipidum Bareskrim Polri yang sebelumnya dijabat Brigjen Dono Sukmanto.

Brigjen Dono kini menduduki posisi Kapolda Sulawesi Tengah. Brigjen Dewa Made Parsana yang sebelumnya menjabat Kapolda Sulteng kini menjabat Irwil III Itwasum Polri.

Posisi Irwil III Itwasum Polri sebelumnya dijabat Brigjen Sriyono Heru Purnomo yang kini memasuki masa pensiun kini.


Penulis: Dian Maharani
Editor : Hindra