Minggu, 21 September 2014

News / Nasional

Saling Ejek, Kubu Todung Mulya Lubis-Otto Hasibuan Gebrak Meja

Senin, 25 Maret 2013 | 15:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Advokat dalam rapat dengar pendapat Badan Legislasi pada Senin (25/3/2013) diwarnai aksi adu mulut yang saling menjatuhkan. Aksi ini bermula saat Badan Legislasi (Baleg) mengundang Ikatan Advokasi Indonesia (Ikadin), baik versi Todung Mulya Lubis maupun Otto Hasibuan.

Saat rapat dimulai, kubu Otto mempertanyakan alasan hadirnya Todung Mulya Lubis beserta jajaran pengurus Ikadin pimpinannya dalam ruang Baleg. "Saya mau pertanyakan alasan Pak Todung hadir dalam rapat ini? Sangat naif rasanya organisasi advokat dipimpin bukan advokat. Terlepas Todung sah atau tidak, dia sudah bukan advokat," ujar Sekretaris Ikadin versi Otto Hasibuan, Adardam Achyar.

"Saya ini juga bagian dari advokat," tukas Todung tak mau kalah.

Aksi saling ejek pun terjadi di antara kedua kubu, sampai akhirnya mereka memukul meja dan saling berseru. "Keluar! Keluar!" ujar kubu Otto sambil menggebrak-gebrak meja.

"Tunggu dulu orang berbicara!" sahut pengurus dari kubu Todung.

Todung pun tak peduli akan ejek-ejekan yang ada. Ia tetap melanjutkan pandangannya soal RUU Advokat. Todung menolak rencana RUU Advokat yang akan mengatur penyatuan semua organisasi advokat dalam satu badan. "Dari sejarahnya, advokat di Indonesia itu tidak pernah bisa bersatu. Wartawan saja tidak hidup dalam satu wadah hukum. Monopoli itu tidak baik," tukas Todung.

Sementara itu, Elsa Syarief yang menjadi pengurus di Ikadin versi Otto Hasibuan juga menolak dengan tegas pembahasan RUU Advokat. Ia juga menolak menjadikan organisasi advokat dalam satu tubuh. "Ini hanya akan dijadikan peluang bagi mereka yang haus kekuasaan," ucap Elsa yang disambut sorak-sorai pendukungnya.

Saat ini, setidaknya ada sekitar 100 advokat yang hadir di ruang Baleg. Para anggota Baleg bahkan sampai tidak kebagian kursi dan terpaksa duduk di deretan pimpinan rapat dan staf. Wakil Ketua Baleg Dimyati Natakusumah pun tak mampu mengendalikan nuansa yang kian memanas. Petugas pengamanan sudah siap berjaga di lokasi.


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Hindra