Senin, 24 November 2014

News / Nasional

Bentrok Warga dan Polisi Terkait Sengketa Tanah Ulayat

Sabtu, 23 Maret 2013 | 21:51 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Bentrok yang terjadi antara warga dan polisi di Mapolsek Barumun Tengah, Padang Lawas, Sumatera Utara, Sabtu (23/3/2013) pagi, terkait sengketa tanah ulayat. Akibat bentrok tersebut, sembilan warga dari empat desa Kecamatan Barumun Tengah terkena tembakan dari polisi.

Yusuf Nasution selaku kuasa hukum dari warga menjelaskan bahwa kejadian itu berawal dari kehadiran ratusan warga ke Markas Kepolisian Sektor Barumun Tengah, Sabtu pukul 07.00 WIB. Warga meminta tiga orang tokoh adat yang ditangkap pada pukul 04.00 WIB segera dibebaskan.

"Warga yang datang dan baru sampai pagar kantor agar tiga orang kepala adatnya dikeluarkan, tanpa ada jawaban dan komunikasi, mereka (polisi) langsung menembaki warga. Yang terkena peluru ada sembilan orang, tetapi namanya belum jelas. Beberapa orang di antaranya sudah dibawa ke Medan karena RS di sini tidak sanggup menanganinya lagi," ujar Yusuf sebagaimana dikutip Tribunnews, Sabtu.

Yusuf belum dapat memastikan nama tiga kepala adat yang ditangkap polisi pada subuh tadi. Ia juga belum mengetahui nama-nama sembilan orang warga yang terkena tembakan. "Yang dibawa ke Medan juga sudah saya hubungi terus. Tetapi yang mengangkat selalu mengaku dari kepolisian," ujarnya.

Yusuf bersama tiga advokat, yakni Refi Yulianto, Zamri, dan Nur Hadi bersiap menempuh jalur hukum terhadap penembakan warga ini.

Permasalahan ini sudah muncul sejak tahun 1998 di mana masyarakat desa setempat memperjuangkan tanah ulayat dan bersengketa dengan seorang oknum anggota DPRD Padang Lawas. Karena tak kunjung adanya penyelesaian dari pemerintah, masyarakat dari empat desa di kawasan tersebut mengambil alih tanahitu.

Tribunnews melaporkan, beberapa warga yang tertembak itu bernama Amir Hotip, terluka lengan kiri dan paha kiri; Rustam terluka di betis sebelah kiri; Dawiyah terluka di paha kiri; Asrian teluka di punggung kiri; Murni tertembak di tangan kiri, punggung kiri dan kanan; Sundut tertembak di kaki kiri sampai patah; dan Habibie terkena tembakan dada sebelah kanan. Selain itu, Harayan terluka kena lemparan batu.


Editor : Laksono Hari W
Sumber: