Selasa, 16 September 2014

News / Nasional

Presiden: Ulangi Sejarah Pemilu 2004-2009

Jumat, 22 Maret 2013 | 14:03 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono, dan para pemimpin lembaga tinggi negara berharap pemilu 2014 berjalan seperti pemilu 2004 dan 2009. Dua pemilu tersebut dinilai berbagai kalangan, termasuk dunia internasional, berjalan adil dan demokratis.

"Kita ingin mengulangi sejarah yang baik itu, kisah sukses itu. Tentu di tengah-tengah kekurangan yang sudah kita sadari, akan terus kita perbaiki. Kita ingin pemilu tahun depan berlangsung secara aman, lancar, tertib, dan demokratis," kata Presiden seusai pertemuan dengan para pemimpin lembaga tinggi negara di Istana Negara, Jakarta, Jumat ( 22/3/2013 ).

Pertemuan itu diikuti oleh Presiden dan Wakil Presiden, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Taufiq Kiemas, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Poernomo, Ketua Komisi Yudisial Eman Suparman, dan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali. Hadir pula para menteri.

Presiden mengatakan, kesuksesan pemilu tergantung dari dua kelompok. Pertama, elit politik yang harus memberi contoh dalam menjalankan kompetisi dengan sehat. Kedua, kata Presiden, masyarakat Indonesia. Diharapkan partisipasi dan dukungan masyarakat terhadap pemilu.

Presiden menambahkan, dalam pertemuan, dibicarakan pula Pemilu Presiden 2014. Para pemimpin berharap, masyarakat memiliki banyak pilihan calon pemimpin selanjutnya.

"Insya Allah akan terpilih putra-putri banngsa terbaik dan paling siap. Saya berasumsi semuanya baik. Tapi Tuhan akan memilih presiden dan wakil presiden melalui rakyat. Mudah-mudahan itu yang paling tepat dan paling siap memimpin negara ini ke depan," pungkas Presiden.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Hindra