Selasa, 23 September 2014

News / Nasional

Presiden SBY: Laporan Intelijen, Ada yang Ingin Goncang Pemerintah

Minggu, 3 Maret 2013 | 11:10 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kepada para elite politik dan kelompok-kelompok tertentu agar jangan keluar dari jalur demokrasi. Ia meminta agar jangan ada upaya untuk membuat pemerintahan terguncang. Hal itu dikatakan Presiden di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu ( 3/3/2013 ), menyikapi pantauannya dan laporan Badan Intelijen Negara yang diterima terkait kondisi perpolitikan di Indonesia.

"Saya hanya berharap kepada para elite politik dan kelompok-kelompok tertentu, tetaplah berada dalam koridor demokrasi. Itu sah. Namun, kalau lebih dari itu, apalagi kalau lebih dari sebuah rencana untuk membuat gonjang-ganjing negara kita, untuk membuat pemerintah tidak bisa bekerja, saya khawatir ini justru akan menyusahkan rakyat kita," katanya.

Presiden mengatakan, seharusnya semua pihak menjaga stabilitas politik sepanjang tahun ini dan tahun 2014 agar pemilu 2014 bisa berjalan demokratis, aman, dan tertib. Jika negara terguncang, kata dia, tidak baik untuk kehidupan ke depan.

Presiden lalu kembali menyinggung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif di tengah kemerosotan ekonomi dunia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia, kata dia, berada di urutan kedua di negara-negara G-20. Ia meminta semua pihak untuk menjaga hasil itu.

"Jangan sampai dengan sangat susah payah kita menjaga perekonomian kita tetap tumbuh, tapi kemudian harus tercabut karena keadaan dalam negeri yang tidak kondusif. Misalnya stabilitas politik, stabilitas sosial, dan situasi keamanan terganggu akibat hiruk-pikuk politik yang dilakukan oleh sejumlah elite politik dan kelompok-kelompok tertentu. Kalau itu terjadi, rakyat juga yang akan menderita," papar Presiden.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary