Kamis, 23 Oktober 2014

News / Regional

Prihatin Kondisi Bangsa, Guru Besar UGM Bikin Buku

Rabu, 20 Februari 2013 | 18:33 WIB

YOGYAKARTA,KOMPAS.com — Para guru besar UGM akan menerbitkan buku yang diberi judul Manusia Indonesia. Buku ini lahir dari keprihatinan para guru besar terhadap jati diri bangsa, manusia Indonesia, yang dari hari ke hari semakin tidak jelas. Kesadaran tentang kemajemukan dalam bingkai kekeluargaan, Bhinneka Tunggal Ika, yang sudah lama ada, kemudian kurang terpelihara, bahkan mengalami degradasi yang luar biasa.

"Untuk memberi kontribusi secara substansial demi perubahan jati diri manusia Indonesia ke arah lebih baik, Majelis Guru Besar UGM berencana menyusun sebuah buku bertajuk Manusia Indonesia. Buku ini kurang lebih akan berisi manusia Indonesia masa lalu, masa kini, dan harapan manusia Indonesia masa depan," kata Prof Dr Sudjito, salah seorang anggota Majelis Guru Besar (MGB) UGM di kampus setempat, Rabu (20/2/2013).

Buku tersebut, lanjut Sudjito, bisa saja berisi pemikiran atau hasil penelitian guru besar UGM. Diharapkan, nantinya buku itu bisa dijadikan rujukan bagi siapa pun ketika hendak mengetahui tentang manusia Indonesia saat ini.

"Paling tidak, kami akan bisa menularkan pemikiran sebelum kami pensiun. Kami pun mengharapkan para guru besar setelah kami nanti juga membuat buku yang sama sehingga akan terjadi kesinambungan pemikiran dari waktu ke waktu tentang substansi perubahan menuju jatidiri manusia Indonesia yang lebih baik," lanjut Sudjito.

Sebagai awal pijakan pemikiran untuk buku tersebut, para guru besar UGM akan menggelar kegiatan refleksi kebangsaan di Balai Senat UGM, Sabtu (23/2/2013). Kegiatan itu akan menampilkan beberapa narasumber, antara lain Prof Dr Ahmad Safii Maarif tentang dimensi spiritualitas dalam sejarah perjuangan bangsa; Prof Dr Franz Magnis Suseno untuk dimensi filosofis dalam mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara; dan Prof Dr Soetandyo Wignyosubroto soal dimensi hukum dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Narasumber lain, yaitu Prof Ir Rinaldy Dalimi MSc PhD, membahas perkembangan kondisi bangsa dalam perspektif teknologi dan kemanusiaan dan Prof Dr Soenarto Sastrowijoto soal etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dari pemikiran para narasumber tersebut, lanjut Sudjito, diharapkan akan menjadi inspirasi bagi para guru besar UGM untuk menyusun buku tersebut.

"Di UGM saat ini setidaknya ada 270 guru besar aktif dari berbagai latar belakang keilmuannya. Kalau mereka semua bersedia memberikan sumbangsih pemikirannya tentang jati diri bangsa Indonesia sesuai bidangnya, maka akan diperoleh sebuah buku yang sangat komprehensif," kata Sudjito.


Penulis: Kontributor Yogyakarta, Gandang Sajarwo
Editor : Farid Assifa