Rabu, 30 Juli 2014

News / Nasional

Suswono: Saya Bingung dengan Kasus Luthfi

Rabu, 13 Februari 2013 | 14:19 WIB

Berita terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pertanian Suswono mengaku masih bingung terkait kasus dugaan korupsi pemberian rekomendasi kuota impor daging kepada Kementerian Pertanian. Suswono mengaku belum tahu pada tahap mana tindak pidana korupsi diduga terjadi.

"Terus terang saya masih belum jelas betul persoalannya," kata Suswono seusai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (13/2/2013).

Presiden meminta penjelasan Suswono terkait kasus yang menjerat mantan Presiden Partai Keadilan Luthfi Hasan Ishaaq. Selain memberikan penjelasan lisan, politisi PKS ini juga memberikan penjelasan secara tertulis kepada Presiden.

Suswono mengklaim dirinya tidak terlibat dalam perkara tersebut. Suswono memastikan tidak ada penyimpangan dalam penetapan kuota impor daging sapi tiap perusahaan oleh pihaknya. Pasalnya, kata dia, sudah ada aturan untuk menetapkan jatah impor.

"Sekarang ini, peluangnya kecil untuk bermain-main karena alokasi perusahaan sudah ada rumusnya, misalnya kemampuan kapasitasnya, pengalaman, pelanggaran yang pernah dilakukan seperti apa. Itu sudah ada skornya sehingga ketika kita mengalokasikan jumlah tertentu kepada perusahaan tertentu, ada dasar, ada rumus-rumusnya. Jadi, tidak mungkinlah perusahaan abal-abal dapat alokasi besar, enggak mungkin," kata Suswono.

Meski demikian, Suswono menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara itu kepada Komisi Pemberantasan Korupsi. "Saya percaya betul dengan kredibilitas KPK. Selama ini, KPK bekerja profesional," pungkas Suswono.

Seperti diberitakan, KPK pada 29 Januari lalu menangkap Luthfi, dua Direktur PT Indoguna Utama, Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi, serta orang dekat Luthfi, Fathanah. Arya dan Juard diduga memberikan uang suap senilai Rp 1 miliar kepada Fathanah.

Diduga uang tersebut akan diberikan kepada Luthfi untuk mengurus kuota impor daging sapi. Luthfi dianggap memperdagangkan pengaruh karena posisinya saat itu sebagai Presiden PKS, sementara Suswono merupakan kader partai tersebut. Perusahaan impor daging sapi harus mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Pertanian untuk bisa mengimpor.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Skandal Suap Impor Daging Sapi


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Hindra