Implementasi Kurikulum 2013 Masih Dipersoalkan - Kompas.com

Implementasi Kurikulum 2013 Masih Dipersoalkan

Ester Lince Napitupulu
Kompas.com - 11/02/2013, 10:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Kesiapan pemerintah mengimplementasikan perubahan Kurikulum 2013 masih dipersoalkan. Meskipun pemerintah selalu menyatakan implementasi perubahan Kurikulum 2013 siap dilaksanakan Juli tahun ini, sejumlah kalangan menilai pemerintah terkesan nekad, karena persiapan yang dipaksakan dalam waktu yang singkat.

"DPR masih mempelajari rencana pemerintah yang tetap mengimplementasikan perubahan Kurikulum 2013 pada Juli nanti. Kami mengkaji anggaran kurikulum yang tidak terencana baik, yang tiba-tiba membengkak," kata Ferdiansyah, anggota Panitia Kerja (Panja)  Kurikulum Komisi X DPR, Senin (11/2/2013) di Jakarta.

Menurut Ferdiansyah, Panja Kurikulum akan mencermati kebutuhan anggaran Kurikulum 2013. Pada APBN 2013, pemerintah mengalokasikan Rp 684,4 miliar. "Tapi baru-baru ini, Mendikbud bilang kebutuhan dana Rp 2,49 triliun. Tentu DPR harus tahu anggaran yang tiba-tiba membengkak itu diambil dari mana? Tidak bisa asal main geser saja, karena pemerintah yang nekad melaksanakan perubahan kurikulum dalam waktu yang singkat," ujar Ferdiansyah.

Menurut Ferdiansyah, hasil kajian Panja Kurikulum akan menjadi masukan bagi Komisi X untuk menentukan sikap soal rencana perubahan Kurikulum 2013. DPR meminta perubahan Kurikulum 2013 benar-benar memperhitungkan kemampuan dan kesiapan guru sebagai ujung tombak pelaksana kurikulum di lapangan.

Terkait implementasi Kurikulum 2013, kebingungan juga masih dihadapi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah di berbagai daerah. Dalam upaya mensosialisasikan perubahan Kurikulum 2013, kalangan guru di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, berinisiatif menggelar seminar soal kurikulum.

Sejauh ini, informasi perubahan Kurikulum 2013 yang disampaikan ke kalangan guru masih sebatas mengapa kurikulum harus berubah, apa yang diharapkan dari kurikulum itu, serta perubahan-perubahan yang esensial dari kurikulum tingkat satuan pendidikan  ke kurikulm 2013 di semua jenjang sekolah.

Pertanyaan guru terkait perubahan Kurikulum 2013, juga soal nasib guru-guru yang mata pelajarannya dihilangkan. Di jenjang SMP, mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) tidak lagi sebagai mata pelajaran. Penerapan di sekolah yang menerapkan TIK dinilai akan lebih optimal dibandingkan mengadakan mata pelajaran TIK.

"Guru-guru TIK tidak usah khawatir. Mereka tetap bisa diberdayakan sebagai guru di sekolah," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh.

Penerapan Kuriklulum 2013 direncanakan di 30 persen SD kelas I dan IV, serta di semua kelas VII SMP dan kelas IX SMA/SMK. Pada Senin ini, Wakil Presiden Boediono akan mensosialisasikan Kurikulum 2013 dalam Rembuk Nasional 2013 yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan bidang pendidikan dari seluruh Indonesia yang digelar Kemendikbud.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisEster Lince Napitupulu
    EditorNasru Alam Aziz

    Terkini Lainnya

    Kisah tentang Keluarga Anies Kehilangan Kucing Peliharaan Mereka

    Kisah tentang Keluarga Anies Kehilangan Kucing Peliharaan Mereka

    Megapolitan
    Tak Ada Tambahan Anggaran untuk Verifikasi Faktual, KPU Diminta Hemat

    Tak Ada Tambahan Anggaran untuk Verifikasi Faktual, KPU Diminta Hemat

    Nasional
    'Jalan di Samping Eks Kedubes Inggris Ditutup, Ombudsman Tidak Teriak'

    "Jalan di Samping Eks Kedubes Inggris Ditutup, Ombudsman Tidak Teriak"

    Megapolitan
    JJ Rizal: Jubir Wapres Kurang Teliti Membaca 'Tweet' Saya

    JJ Rizal: Jubir Wapres Kurang Teliti Membaca "Tweet" Saya

    Megapolitan
    Donasi Pembaca 'Kompas.com' buat Ortu Selly, Penderita Hidrosefalus, Bisa Tebus Surat Rumah

    Donasi Pembaca "Kompas.com" buat Ortu Selly, Penderita Hidrosefalus, Bisa Tebus Surat Rumah

    Regional
    Ridwan Kamil Resmi Tinggalkan Rumah Dinas Wali Kota Bandung

    Ridwan Kamil Resmi Tinggalkan Rumah Dinas Wali Kota Bandung

    Regional
    Anies Naik KRL ke Pernikahan Putri Bambang Widjoyanto

    Anies Naik KRL ke Pernikahan Putri Bambang Widjoyanto

    Megapolitan
    Kondisi Terkini Selly, Penderita Hidrosefalus yang Sempat Ketuk Hati Pembaca 'Kompas.com'

    Kondisi Terkini Selly, Penderita Hidrosefalus yang Sempat Ketuk Hati Pembaca "Kompas.com"

    Regional
    Polisi Akan Tes Kejiwaan Ibu yang Bunuh Bayinya di Tangsel

    Polisi Akan Tes Kejiwaan Ibu yang Bunuh Bayinya di Tangsel

    Megapolitan
    Catatan dari Manila: Sikap Keras Duterte dari Istana yang Sederhana

    Catatan dari Manila: Sikap Keras Duterte dari Istana yang Sederhana

    Nasional
    Bawa Fotocopy KK dan KTP, Faryati Mengira Pendaftaran Rumah DP 0 Telah Dibuka

    Bawa Fotocopy KK dan KTP, Faryati Mengira Pendaftaran Rumah DP 0 Telah Dibuka

    Megapolitan
    Warga Berbondong-bondong Kunjungi 'Show Uni't Rumah DP 0 Rupiah

    Warga Berbondong-bondong Kunjungi "Show Uni"t Rumah DP 0 Rupiah

    Megapolitan
    Pernah Tinggal di Sekitar Dolly, Seorang Anak Mengalami 'Sex Addict'

    Pernah Tinggal di Sekitar Dolly, Seorang Anak Mengalami "Sex Addict"

    Regional
    Polisi Tangkap Begal yang Kerap Beraksi di Jakarta Selatan

    Polisi Tangkap Begal yang Kerap Beraksi di Jakarta Selatan

    Megapolitan
    Dua WNI Sandera Kelompok Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan

    Dua WNI Sandera Kelompok Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan

    Nasional

    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM