Rabu, 1 Oktober 2014

News / Nasional

Akbar Faizal Mundur dari Hanura

Jumat, 8 Februari 2013 | 11:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota DPR asal Fraksi Partai Hanura Akbar Faizal resmi menyatakan mundur dari partainya. Alasan pengunduran dirinya, menurut Akbar, karena dia mengalami kejenuhan luar biasa selama menjadi anggota Komisi II. Ia pun menyampaikan permohonan maafnya kepada para koleganya di partai tersebut.

"Saya menyatakan sikap saya bahwa saya menyatakan mundur dari Hanura," ujar Akbar, Jumat (8/2/2013), dalam jumpa pers di Gedung Kompleks Parlemen, Senayan.

Ia mengungkapkan, keputusan mundur dari Hanura bukanlah perkara mudah. "Penyesalan yang sulit diungkap dengan kata-kata. Pada akhirnya, saya harus mengambil sikap politik untuk sesuatu yang lebih besar dari saya. Sebuah pilihan untuk sebuah cerita, lebih, lebih besar bernama tegakkan konstitusi," kata Akbar.

Akbar memastikan bahwa pilihannya mundur dari Partai Hanura bukan karena ada persoalan di partai itu. Ia bahkan memuji partai besutan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto itu sebagai partai paling bersih yang tidak ada satu pun kadernya yang terjerat perkara korupsi. Ia juga menyatakan kekagumannya kepada sosok Wiranto yang telah membesarkan Hanura.

"Saya dididik, dipandu, diajari, diemong, oleh seseorang yang saya hormati. Saya mencintai Pak Wiranto dan seluruh kader Hanura, tapi posisi politik harus diambil. Saya telah mengajukan pengunduran diri kepada ayah saya, guru saya, pimpinan saya, dan sikap cinta itu akan terus saya lakukan," ujar Akbar.

Menurutnya, pilihan mundur akan memberikan waktu baginya untuk berkontemplasi. "Saya diterpa kelelahan luar biasa di DPR. Saya terjebak pada kejenuhan luar biasa, saya coba untuk menahan, tapi tidak kuat," kata dia.

Surat pengunduran diri Akbar untuk Partai Hanura sudah disampaikannya pada Kamis (7/2/2013) kemarin. Sementara surat pengunduran diri kepada pimpinan DPR baru disampaikan Akbar hari ini. Ia berjanji akan tetap melanjutkan tugasnya sebagai anggota dewan sampai ada penggantinya di parlemen.


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary