Selasa, 22 Juli 2014

News / Nasional

Jadi Tersangka Dugaan Suap

Presiden PKS: Saya Tak Mau Komentar Dulu

Rabu, 30 Januari 2013 | 22:08 WIB

Berita terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq tak mau banyak berkomentar soal penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan suap impor sapi. Luthfi mengatakan, ingin mempelajari kasus ini lebih dulu.

"Saya belum mau komentar. Saya pelajari dulu apa yang terjadi," ujar Luthfi, Rabu (30/1/2013), saat dijumpai di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta.

Sejak sore, Luthfi berada di DPP PKS untuk melakukan rapat mingguan dengan pengurus DPP. Setelah memberikan pernyataan singkat itu, Luthfi yang mengenakan baju putih ini langsung masuk ke dalam lift. Di dalam rapat DPP itu hadir pula Ketua DPP bidang Kebijakan Publik Hidayat Nur Wahid dan Ketua DPP bidang Advokasi Buruh dan Nelayan Indra.

Hidayat yang dihubungi sebelumnya mengaku kaget dengan penetapan tersangka itu. Ia pun menyatakan bahwa sejak sore rapat bersama Presiden PKS, partainya sama sekali tidak menyinggung kasus dugaan suap itu. Mereka tengah sibuk mendiskusikan soal strategi pemenangan Pemilu 2014.

Seperti diberitakan, KPK telah memastikan adanya praktik suap terkait impor daging sapi. Suap itu diketahui setelah ada penangkapan pada Selasa (29/1/2013) malam. Salah satu tersangka yakni berinisial LHI yang diduga kuat adalah Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq yang juga merupakan Anggota Komisi I DPR.

Selain LHI, KPK juga menetapkan tersangka lain adalah AF, JE (Direktur Utama PT Indoguna), dan AAE (salah satu Direktur Indoguna). JE dan AAE menyerahkan uang senilai Rp 1 miliar kepada AF di kantor Indoguna di kawasan Pondok Bambu Jakarta Timur. Dari tempat itu, AF membawa uang tersebut ke hotel Le Meridien sebelum kemudian diserahkan kepada LHI.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Skandal Suap Impor Daging Sapi


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary