Hari Ini, KPK Periksa Gubernur Riau - Kompas.com

Hari Ini, KPK Periksa Gubernur Riau

Icha Rastika
Kompas.com - 25/01/2013, 09:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan Gubernur Riau Rusli Zainal terkait penyidikan kasus dugaan suap pembahasan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Dana Pengikatan Tahun Jamak Pembangunan Venue Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau 2012, Jumat (25/1/2013). Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, Rusli akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tujuh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau yang menjadi tersangka kasus tersebut.

"Diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap PON Riau untuk tujuh tersangka itu," kata Johan saat dihubungi, Jumat.

Ketujuh anggota DPRD itu adalah Adrian Ali (Partai Amanat Nasional), Abu Bakar Siddik (Partai Golkar), Zulfan Heri (Partai Golkar), Syarif Hidayat (Partai Persatuan Pembangunan), Tengku Muazza (Partai Demokrat), Mohammad Roem Zein (Partai Persatuan Pembangunan), dan Turoechman Asy'ari (PDI-Perjuangan). Mereka ditahan KPK di tiga rutan secara terpisah sejak 15 Januari.

Terkait penyidikan kasus dugaan suap PON Riau, pemeriksaan Rusli ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, politikus Partai Golkar itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka lainnya. Dalam kasus ini, ada lebih dari 10 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Adapun Rusli kerap disebut namanya dalam persidangan para tersangka sebelum ini.

Surat dakwaan jaksa KPK yang dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Riau, beberapa waktu lalu, menyebut Rusli sebagai pihak yang diduga ikut menyuap anggota DPRD Riau terkait pembahasan Raperda tersebut. Rusli disebut menginstruksikan agar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga saat itu, Lukman Abbas, memenuhi permintaan uang lelah anggota DPRD. Dalam surat dakwaan Lukman Abbas, jaksa KPK menyebut Rusli menerima uang senilai Rp 500 juta dan menyetujui uang suap senilai lebih dari 1 juta dollar Amerika Serikat kepada anggota Komisi X DPR.

Suap tersebut untuk meminta dana APBN menyangkut kekurangan dana stadion utama PON senilai Rp 290 miliar. Terkait peran Rusli dalam kasus ini, Ketua KPK Abraham Samad (23/1/2013) mengungkapkan, pihaknya akan menentukan status Rusli dalam gelar perkara.

"Tunggu saja ekspose itu, kita akan menentukan status yang bersangkutan. Common sense Anda sama dengan common sense kita," ujar Abraham.

Jika lima unsur pimpinan KPK tidak berhalangan hadir, pada Jumat (25/1/2013) hari ini, gelar perkara akan dilakukan. "Semoga Jumat bisa kumpul semuanya, lima-limanya (pimpinan KPK), itu bisa dilakukan ekspose perkara," tambah Abraham.

Selain dalam kasus PON Riau, KPK mengusut keterlibatan Rusli dalam dugaan korupsi izin usaha pemanfaatan hasil hutan Pelalawan dan Siak. Kasus ini menyeret Bupati Siak Arwin A.S serta Bupati Pelalawan Tengku Azmun. Keduanya sudah divonis masing-masing 4 tahun dan 11 tahun penjara.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisIcha Rastika
    EditorInggried Dwi Wedhaswary

    Terkini Lainnya

    Kisah tentang Keluarga Anies Kehilangan Kucing Peliharaan Mereka

    Kisah tentang Keluarga Anies Kehilangan Kucing Peliharaan Mereka

    Megapolitan
    Tak Ada Tambahan Anggaran untuk Verifikasi Faktual, KPU Diminta Hemat

    Tak Ada Tambahan Anggaran untuk Verifikasi Faktual, KPU Diminta Hemat

    Nasional
    'Jalan di Samping Eks Kedubes Inggris Ditutup, Ombudsman Tidak Teriak'

    "Jalan di Samping Eks Kedubes Inggris Ditutup, Ombudsman Tidak Teriak"

    Megapolitan
    JJ Rizal: Jubir Wapres Kurang Teliti Membaca 'Tweet' Saya

    JJ Rizal: Jubir Wapres Kurang Teliti Membaca "Tweet" Saya

    Megapolitan
    Donasi Pembaca 'Kompas.com' buat Ortu Selly, Penderita Hidrosefalus, Bisa Tebus Surat Rumah

    Donasi Pembaca "Kompas.com" buat Ortu Selly, Penderita Hidrosefalus, Bisa Tebus Surat Rumah

    Regional
    Ridwan Kamil Resmi Tinggalkan Rumah Dinas Wali Kota Bandung

    Ridwan Kamil Resmi Tinggalkan Rumah Dinas Wali Kota Bandung

    Regional
    Anies Naik KRL ke Pernikahan Putri Bambang Widjoyanto

    Anies Naik KRL ke Pernikahan Putri Bambang Widjoyanto

    Megapolitan
    Kondisi Terkini Selly, Penderita Hidrosefalus yang Sempat Ketuk Hati Pembaca 'Kompas.com'

    Kondisi Terkini Selly, Penderita Hidrosefalus yang Sempat Ketuk Hati Pembaca "Kompas.com"

    Regional
    Polisi Akan Tes Kejiwaan Ibu yang Bunuh Bayinya di Tangsel

    Polisi Akan Tes Kejiwaan Ibu yang Bunuh Bayinya di Tangsel

    Megapolitan
    Catatan dari Manila: Sikap Keras Duterte dari Istana yang Sederhana

    Catatan dari Manila: Sikap Keras Duterte dari Istana yang Sederhana

    Nasional
    Bawa Fotocopy KK dan KTP, Faryati Mengira Pendaftaran Rumah DP 0 Telah Dibuka

    Bawa Fotocopy KK dan KTP, Faryati Mengira Pendaftaran Rumah DP 0 Telah Dibuka

    Megapolitan
    Warga Berbondong-bondong Kunjungi 'Show Uni't Rumah DP 0 Rupiah

    Warga Berbondong-bondong Kunjungi "Show Uni"t Rumah DP 0 Rupiah

    Megapolitan
    Pernah Tinggal di Sekitar Dolly, Seorang Anak Mengalami 'Sex Addict'

    Pernah Tinggal di Sekitar Dolly, Seorang Anak Mengalami "Sex Addict"

    Regional
    Polisi Tangkap Begal yang Kerap Beraksi di Jakarta Selatan

    Polisi Tangkap Begal yang Kerap Beraksi di Jakarta Selatan

    Megapolitan
    Dua WNI Sandera Kelompok Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan

    Dua WNI Sandera Kelompok Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan

    Nasional

    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM