Sebut Korban Pemerkosaan Turut Nikmati, Daming Dikecam - Kompas.com

Sebut Korban Pemerkosaan Turut Nikmati, Daming Dikecam

Hindra Liauw
Kompas.com - 14/01/2013, 22:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Satgas Perlindungan Anak (PA) mengecam pernyataan calon hakim agung Muhammad Daming Sanusi yang menyatakan bahwa terkait kasus pemerkosaan, baik pelaku maupun korban sama-sama menikmati. Pernyataan Daming telah melukai perasaan korban pemerkosaan dan keluarga.

Satgas PA menuntut Komisi III DPR RI yang melakukan seleksi calon hakim agung untuk tidak memilih Daming. Tuntutan akan disampaikan Satgas PA ke Komisi III DPR RI pada Selasa (15/1/2013) pukul 11.00.

"(Kami juga) mendesak DPR meminta Ketua MA mencopot Daming dari jabatannya sebagai ketua pengadilan tinggi (Banjarmasin)," kata Ketua Satgas PA M Ihsan dalam pernyataan tertulis, Senin (14/1/2013).

Satgas PA juga mengimbau Daming meminta maaf atas pernyataannya yang dinilai tak sensitif kepada masyarakat. Dirinya juga diimbau mengundurkan diri dari jabatannya sebagai hakim karena tidak memiliki perspektif korban.

"Ke depan akan banyak masyarakat jadi korban jika Daming masih bertugas sebagai hakim," kata Ihsan.

Terkait hal ini, Satgas PA mengimbau masyarakat agar melaporkan pada lembaga terkait jika ada aparat penegak hukum baik dalam penyidikan maupun pengadilan melakukan pelecehan atau menyakiti perasaan korban dan keluarga.

Pernyataan ini berawal ketika anggota Komisi III meminta opini Daming terkait hukuman mati bagi pelaku pemerkosaan saat yang bersangkutan menjalani uji kepatutan dan kelayakan, Senin.

Daming pun langsung menjawab, "Yang diperkosa dengan yang memerkosa ini sama-sama menikmati. Jadi, harus pikir-pikir terhadap hukuman mati."

Seusai menjalani uji kepatutan dan kelayakan, Daming mengatakan, jawabannya yang disampaikan bertujuan mencairkan suasana.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisHindra Liauw
    EditorHindra

    Close Ads X