Selasa, 22 Juli 2014

News / Nasional

Demokrat: Pohan dan Khatibul Jadi Menpora Hanya Wacana

Jumat, 4 Januari 2013 | 15:51 WIB

Berita terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memastikan bahwa pos Menteri Pemuda dan Olahraga akan diberikan ke Partai Demokrat. Dua nama kader Demokrat sebelumnya sempat digadang-gadang akan menggantikan Andi Mallarangeng mengisi kursi Menpora, yakni Ramadhan Pohan dan Khotibul Umam Wiranu.

Namun, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok menyatakan, kedua nama itu hanya wacana yang dilemparkan. "Itu wacana saja, tetapi semua terserah beliau (Presiden SBY)," ujar Mubarok, Jumat (4/1/2013), saat dihubungi wartawan.

Mubarok mengatakan, partainya tidak akan mengajukan nama untuk mengisi pos Menpora. Demokrat percaya Presiden SBY sudah mengenal para kadernya. "Pak SBY punya kriteria sendiri," ucap Mubarok.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana. Sutan menyatakan, Presiden SBY biasanya hanya akan berkoordinasi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum untuk menentukan posisi menteri dari Demokrat.

"Biasanya Pak SBY telah memperhatikan kandidatnya kemudian akan meminta pertimbangan ketua umum untuk memastikan apakah kandidat tersebut benar-benar cocok atau pas untuk jabatan yang akan diisi. Tentu dengan beberapa pertimbangan dan kriteria, seperti pengalaman, kapabilitas, loyalitas, dan integritas," kata Sutan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, saat ini tidak ada rencana untuk melakukan reshuffle atau perombakan Kabinet Indonesia Bersatu II. Presiden hanya akan mengisi posisi menteri pemuda dan olahraga. Presiden mengatakan, dia perlu memberi penjelasan mengenai isu reshuffle agar ada kepastian bagi jajaran menteri. Hanya, Presiden tidak bisa menjamin apakah hingga 2014 tidak akan ada reshuffle. Presiden meminta semua menteri bekerja dengan baik.

"Yang jelas pada titik ini tidak ada reshuffle," kata Presiden saat jumpa pers di pinggir dermaga.

Presiden memastikan pengganti Menpora berasal dari Partai Demokrat untuk memenuhi komposisi menteri yang berasal dari parpol koalisi. Dengan demikian, menurut Presiden, akan memenuhi rasa keadilan bagi Demokrat lantaran posisi Menpora sebelumnya diisi Andi Alfian Mallarangeng, kader Demokrat.

Kepastian itu disampaikan Presiden untuk meluruskan pemberitaan mengenai posisi Menpora belakangan ini. Banyak tokoh yang disebut masuk dalam daftar calon menpora, baik berasal dari Demokrat, parpol yang tergabung dalam koalisi pemerintahan, oposisi, maupun kalangan profesional.

Presiden mengaku tak mau nantinya disalahkan oleh tokoh-tokoh yang disebut media jika ternyata tidak terpilih. Padahal, kata dia, nama-nama itu bukan berasal darinya. "Nanti marahnya sama saya," kata Presiden.

Selengkapnya, baca:
BERBURU KURSI MENPORA


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Hindra