Rabu, 17 September 2014

News / Nasional

PDIP Sayangkan Rilis ICW

Minggu, 30 Desember 2012 | 19:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PDI Perjuangan menyayangkan rilis Indonesia Corruption Watch (ICW) perihal jumlah politisi yang terjerat kasus korupsi sepanjang 2012. Dalam rilis itu, PDIP berada di peringkat tiga yang kadernya terbanyak terseret kasus korupsi dengan delapan kader.

Ketua DPP Departemen bidang Hukum, HAM, Perundang-Undangan PDIP Trimedya Panjaitan mengatakan, ada satu kasus yang seharusnya tidak masuk daftar di ICW. Kasus itu, yakni perkara Aris Narang terkait korupsi anggaran biaya pengembangan sumber daya manusia di DPRD Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah lantaran terjadi tahun 2011 .

Dengan demikian, kata Trimedya, PDIP seharusnya berada di posisi keempat. Di nomor satu adalah Partai Golkar dengan 14 politisi yang terjerat korupsi, nomor dua adalah Partai Demokrat dengan 10 politisi, dan nomor tiga adalah Partai Amanat Nasional dengan delapan politisi.

Kritikan PDIP lainnya, yakni ICW tidak memaparkan nilai kerugian keuangan negara dalam setiap perkara. "Jadi bukan sekadar disampaikan sekian kasus," kata Trimedya saat menyampaikan catatan DPP PDIP atas penegakan hukum selama 2012 di Jakarta, Minggu ( 30/12/2012 ).

Meski demikian, Trimedya tetap berterimakasih atas kritikan yang diarahkan ke partainya. Menurut dia, terjeratnya para politisi dalam kasus korupsi lantaran tingginya biaya pemilu yang mengakibatkan mereka mencari dana di luar haknya.

Agar tidak ada lagi kader PDIP yang terjerat, tambah anggota Komisi III DPR itu, pihaknya selalu mengingatkan seluruh kader, baik yang berada di eksekutif maupun legislatif supaya lebih berhati-hati dalam menjalankan tugasnya. Pembenahan proses seleksi calon legislatif maupun kader yang bakal maju menjadi kepala daerah telah diperketat. Salah satunya dengan test psikologi.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Hertanto Soebijoto