Rabu, 17 September 2014

News / Nasional

Politik

PPP: 5 Tokoh LSI Bermain di Elite daripada Rakyat

Senin, 3 Desember 2012 | 09:51 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil survei "Calon Presiden Indonesia 2014, Penilaian Opinion Leader" yang dirilis oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) dinilai tidak menggambarkan pilihan rakyat terhadap Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan M Romahurmuziy.

Romahurmuziy atau akrab disapa Romi mempertanyakan pengaruh opinion leaders (OL) yang diambil LSI untuk meneruskan pandangannya itu kepada rakyat. Seharusnya, menurut dia, responden yang diambil adalah OL lokal.

"OL lokal bukan hanya didengar karena kejeliannya 'membaca', melainkan juga karena keteladanan mereka sehingga tingkat 'ketaatan' warga terhadap pendapat mereka lebih kuat," kata Romi melalui pesan singkat, Senin (3/12/2012).

Romi juga menilai, ada yang kurang dalam karakter lima tokoh teratas berdasarkan hasil survei, yakni kedekatan dengan rakyat. Kelima tokoh tersebut adalah Mahfud MD, Usuf Kalla, Dahlan Iskan, Sri Mulyani, dan Hidayat Nur Wahid. Beberapa tokoh tersebut, kata dia, lebih banyak "bermain" di elite ketimbang rakyat. Padahal, rakyatlah yang memilih.

Selain itu, tambah Romi, dari kelima tokoh tersebut, hanya satu tokoh yang berasal dari parpol, yakni Hidayat Nur Wahid (Partai Keadilan Sejahtera). Padahal, kata dia, capres dan cawapres hanya bisa dicalonkan oleh parpol.

"Karakter parpol di Indonesia mayoritas masih merupakan manifesto oligarki pendiri atau tokoh sentralnya sebagai pemegang saham tunggal. Parpol seperti itu sangat mungkin mencalonkan hanya kadernya atau pelanjut estafet yang disiapkan untuk mengamankan kepentingannya. Dengan demikian, rakyat hanya dapat memilih dari yang ada, bukan yang dikehendaki," kata Romi.

Selain itu, menurutnya, masih "terlalu pagi" untuk menggunakan hasil survei sebagai barometer Pemilu 2014. Pemungutan suara masih sekitar 20 bulan lagi.

"Melihat kebutuhan tiga modal untuk seorang capres, yakni modal politik, sosial, dan finansial, sepertinya Pemilu 2014 masih akan menjadi pertarungan para pendekar politik gaek yang memang telah berkiprah sejak Orde Baru," pungkas dia.

Seperti diberitakan, LSI mengambil 230 responden dengan latar belakang pengusaha, pemimpin redaksi media massa, dan purnawirawan jenderal. Mereka menilai 24 nama tokoh dengan lima kriteria utama, yaitu bisa dipercaya; tidak pernah terlibat korupsi, kolusi, dan nepotisme; tidak pernah melakukan tindak kriminal; mampu memimpin negara dan pemerintahan; serta berdiri di atas semua kelompok.

Hasil survei menunjukkan, dari 24 nama, hanya 18 tokoh yang lulus uji kualitas personal. Lima nama di antaranya memperoleh nilai di atas 70 dari rentang nilai 0 sampai 100. Mereka adalah Mahfud MD (79), Jusuf Kalla (77), Dahlan Iskan (76), Sri Mulyani Indrawati (72), dan Hidayat Nur Wahid (71).

Beberapa tokoh populer mendapat nilai lebih rendah, seperti Megawati Soekarnoputri (68), Hatta Rajasa (66), dan Prabowo Subianto (61).

Baca juga:
FOTO: Baliho "Rhoma Irama for Presiden"
Rhoma Belum Tentukan Cawapres 2014
Isu SARA Tak Halangi Tekad Rhoma Jadi Capres
Mahfud MD: Belum Ada Partai yang Saya Pilih
Lima Tokoh Paling Berkualitas untuk Capres 2014


Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Geliat Politik Jelang 2014


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary