Jumat, 22 Agustus 2014

News / Regional

Gus Dur Dilecehkan, Garda Bangsa Jatim Marah

Senin, 26 November 2012 | 19:13 WIB

Terkait

SURABAYA, KOMPAS.com - Pernyataan politisi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana soal korupsi Gus Dur juga memancing reaksi massa PKB di daerah. Di Jatim, massa Garda Bangsa mengancam akan menduduki kantor Demokrat Jatim jika Sutan Bhatoegana tidak segera minta maaf.

Ketua DKW Garda Bangsa Jatim, Zaini Nasharudin mengatakan, Sutan harus meminta maaf secara terbuka. Pasalnya, pernyataan itu mencederai hati warga Nahdliyin. "Kami minta Sutan Bhatoegana minta maaf secara terbuka. Karena pernyataan itu sangan menyakitkan warga NU. Dalam tiga hari ke depan harus minta maaf," katanya, Senin (26/11/2012).

Jika tidak ada permintaan maaf, pihaknya mengancam akan menduduki kantor DPD Partai Demokrat di Surabaya sebagai bentuk perlawanan. ''Kami minta segera ada permintaan maaf, karena saya khawatir jika tidak ada permintaan maaf, akan berdampak pada hubungan baik antara NU dan Partai Demokrat,'' ucapnya.

Menurutnya, pernyataan Sutan sangat tidak beralasan. Sebab, kasus yang dituduhkan sampai saat ini tidak terbukti. Menurut Zaini, dalam pernyataannya Sutan menyebut bahwa Gus Dur melakukan korupsi Buloggate dan Bruneigate. "Sampai hari ini kasus tersebut tidak terbukti. Siapa tersangkanya, korupsinya dimana, juga tidak ada,'' jelasnya.

Dia justru menilai, pernyataan itu untuk menutupi kasus pengadaan Solar Home System (SHS) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang melilitnya.

Pada suatu dialog 21 November lalu, Sutan berang ketika Adhie Massardi, koordinator Gerakan Indonesia Bersih mengatakan migas di Indonesia menjadi ajang korupsi mafia migas yang dilindungi rezim SBY. Mendengar itu, Sutan melontarkan kalau pemerintahan Gus Dur dilengserkan karena terlibat skandal korupsi Buloggate dan Bruneigate.


Penulis: Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Editor : Farid Assifa