Kamis, 24 Juli 2014

News / Nasional

Kapolri Minta Perwira Polri Jadi Pelayan Masyarakat

Selasa, 13 November 2012 | 18:22 WIB

SUKABUMI, KOMPAS.com - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal (Pol) Timur Pradopo menutup pendidikan ratusan perwira Polri di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (13/11/2012). Kepala Polri juga melantik ratusan anggota didik dari Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan ke-41 dan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) tahun angkatan 2012.

Dalam pidatonya, Timur berpesan kepada para lulusan untuk dapat menjadi pelayan masyarakat. Pendidikan merupakan salah satu tahapan yang penting untuk meningkatkan perwira polri yang profesional. "Inilah yang akan memperkuat jajaran Polri paling depan dalam pelayanan masyarakat. Ini menjadi kekuatan dan semangat yang di wilayah," ujar Timur.

Pendidikan di Setukpa dimulai pada 12 April 2012 dengan 800 bintara dari 7.050 peserta yang mendaftar. Dalam masa awal pendidikan tersebut, dua orang meninggal dunia karena sakit sehingga tersisa 798 bintara yang menjalani pendidikan selama 7 bulan. Sebanyak 94 orang di antaranya adalah polisi wanita (Polwan). Adapun pendidikan SIPSS selama 6 bulan diikuti oleh 50 peserta.

Para peserta didik berasal dari seluruh satuan kerja di lingkungan Polri, mulai dari tingkat satuan kewilayahan hingga Mabes Polri. Adapun lulusan terbaik dari 798 anggota didik diraih oleh Lamris Manurung, cendiakia oleh Maria Semy, tertabah Nur Amin, dan trengginas Deisantonis. Adapun lulusan terbaik dan cendiakia dari SIPSS diraih Tina Rosadina, yang akan ditempatkan di wilayah Polda Jawa Barat. Ada pula lulusan tertabah dan trengginas yang diraih Daniel yang akan ditempatkan di wilayah Polda Metro Jaya.


Penulis: Dian Maharani
Editor : Laksono Hari W