Kamis, 28 Agustus 2014

News / Nasional

Rhoma Irama 'Nyapres'

PKS: Rhoma Irama Berpeluang Jadi Calon Presiden

Selasa, 13 November 2012 | 15:51 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq menilai pencalonan Rhoma Irama sebagai presiden tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, Rhoma memiliki basis massa pencinta musik dangdut yang sangat besar dan terbilang loyal.

"Rhoma Irama punya peluang jadi calon presiden. Komunitas pedangdut itu sangat besar, bahkan mengalahkan massa dari partai politik. Komunitas dangdut itu besar dan punya massa yang fanatik," ujar Mahfudz, Selasa (13/11/2012) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Faktor lainnya adalah soal asal Rhoma Irama dari Jawa Barat. Jika mendapat dukungan penuh dari warga Jawa Barat, maka Rhoma sudah mendapatkan dukungan seperlima dari penduduk Indonesia. "Kalau mau pake strategi kampanye, strategi budaya itu yang paling efektif. Rhoma dengan basis massanya, pencinta dangdut; ditambah ulama-ulama; ini bisa jadi akan sangat efektif. Rhoma punya kans, punya peluang," kata Mahfudz.

Selain itu, Mahfudz melihat Si Raja Dangdut itu juga bukan merupakan orang baru di partai politik. Rhoma pernah bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Melihat peta perpolitikan calon presiden yang ada, Mahfudz menambahkan, sosok Rhoma membawa angin segar di tengah sosok-sosok politisi senior yang ada.

"Kalau kita jejerkan, sosok figur nasional sekarang yang pernah duduk di pemerintahan nyaris tidak menjanjikan sesuatu yang baru. Padahal, bangsa ini butuh terobosan. Sekarang ini publik perlu disodorkan opsi alternatif sosok yang belum dikenal dalam dunia politik, bisa saja dari kalangan seniman atau budayawan," ucap Mahfudz.

Lebih lanjut, anggota Komisi I DPR tersebut pun meminta agar jangan apriori terhadap pencalonan Rhoma.

"Bisa jadi sebagian orang menganggapnya lelucon, tapi bisa jadi benaran. Indonesia itu unpredictable. Lihat saja kasus Jokowi. Jadi jangan apriori dengan Rhoma Irama. Siapa tahu ada hal baru yang ditawarkannya," kata Mahfudz.

Lalu, apakah PKS tertarik mengusung Rhoma yang kini mulai membuka komunikasi politik untuk mencari kendaraan politiknya?

"Kita (PKS) mau intip dulu, siapa tahu media massa ikut mendukung," ujar Mahfudz.


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Hindra