Jumat, 1 Agustus 2014

News / Megapolitan

Jokowi-Ratu Atut "Mesra", Jokowi-Bibit "Dingin"

Kamis, 8 November 2012 | 13:28 WIB

Berita terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo kembali bertemu pada acara Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Kamis (8/11/2012). Meski berada di dalam satu ruangan dan sempat berada di panggung yang sama, keduanya tidak saling menyapa.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Jokowi dan Bibit bersama belasan pimpinan daerah lain sempat melakukan foto bersama di akhir acara penandatanganan kerja sama sosialisasi empat pilar antara MPR dan pimpinan daerah di seluruh Indonesia. Ketika di atas panggung, keduanya mengambil tempat yang saling berjauhan. Jokowi berada urutan keempat di sisi sebelah kanan, sedangkan Bibit berada di urutan kedua di sisi sebelah kiri.

Seusai berfoto bersama, Jokowi tampak dikerumuni para gubernur, wakil gubernur, dan ketua DPRD untuk bersalaman dan berbincang singkat. Namun, tidak dengan Bibit. Bibit justru langsung melenggang turun panggung melalui sisi kiri tanpa berjabat tangan dengan Jokowi.

Jokowi sendiri turun di sisi panggung bagian tengah sambil terus berbincang cukup lama dengan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Sebelum meninggalkan ruangan, Jokowi berbicara cukup intens dengan Ratu Atut. Ratu Atut bahkan sampai berjalan mengiringi Jokowi sampai ke ujung ruangan untuk keluar.

Saat ditanya soal tidak adanya komunikasi antara Jokowi dan Bibit, mantan Wali Kota Solo ini mengaku tidak melihat sosok Bibit. Dia mengaku tidak "ngeh" akan kehadiran Bibit di acara ini. "Saya enggak ketemu. Sepanggung enggak ngerti, enggak ngeh, enggak disapa," ujar Jokowi singkat saat ditanya wartawan seusai acara.

Sementara soal kedekatannya dengan Gubernur Banten, Jokowi mengatakan bahwa tadi dirinya sedang berbisik tentang diskusi antara dirinya dan Ratut Atut sebelumnya. "Iya ada bisik-bisik. Harus segera ditindaklanjuti," ujarnya.

Jokowi mengatakan bahwa hal utama yang dibahas Ratut Atut dengan dirinya adalah terkait angkutan perbatasan. "Beliau sudah 'iya', rampung. Segera dikonkretkan Mas, iya, ayo. Saya kalau konkret-konkret, seneng," kata Jokowi.

Seperti diberitakan sebelumnya, ketegangan sempat terjadi antara Jokowi dan Bibit Waluyo terkait polemik pembangunan mal di Solo dengan menempati salah satu bangunan kuno Pabrik Es Saripetojo. Saat itu telontar pernyataan dari Bibit yang mengatakan Jokowi sebagai seorang yang bodoh.

Kala itu, Jokowi yang masih menjabat sebagai Wali Kota Solo menentang pembangunan mal di Kota Solo, apalagi mengubah bangunan bersejarah seperti Pabrik Es Saripetojo. Perang dingin di antara kedua tokoh tersebut terjadi pada 2011. Hubungan keduanya sempat heboh saat Jokowi hadir dalam acara pelantikan FX Hadi Rudyatmo, Wali Kota Solo, pada 19 Oktober silam. Kala itu, Jokowi sempat mencium tangan Bibit Waluyo.

Berita terkait dapat diikuti di topik :

100 HARI JOKOWI-BASUKI


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Hertanto Soebijoto