Akhirnya, DPR Setujui Alokasi Anggaran Gedung KPK - Kompas.com

Akhirnya, DPR Setujui Alokasi Anggaran Gedung KPK

Sabrina Asril
Kompas.com - 12/10/2012, 06:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah sempat ditolak dua kali, akhirnya alokasi anggaran untuk gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disetujui Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Hasil ini didapat setelah komisi III melakukan rapat internal usai melakukan rapat dengar pendapat pada Kamis (11/10/2012).

"Iya, tadi malam pukul 21.00, saya memimpin rapat internal usai rapat bahas anggaran KPK, Polri, Kejaksaan Agung, MPR dan MK dalam satu hari ini," ujar Ketua Komisi III, Gede Pasek Suardika, Kamis malam, saat dihubungi wartawan.

Pasek menjelaskan, berubahnya sikap Komisi III ini lantaran para anggota dewan telah mendengar kebutuhan KPK yang disampaikan Wakil Ketua KPK Zulkarnain.

"Ya, kan berkat dukungan teman-teman secara pelan-pelan bisa meyakinkan yang lain. Lalu malam ini, pembahasan internal dan diputuskan beberapa hal. Salah satunya soal gedung KPK," ujarnya.

Upaya pengalokasian anggaran untuk gedung baru KPK terbilang tidak terlalu mulus. Sudah dua kali DPR menolak permintaan KPK itu. Pada 12 Juni 2008 lalu, untuk pertama kalinya KPK meminta tambahan dana untuk pembangunan gedung KPK senilai Rp 187,9 miliar. Namun tidak disepakati Komisi III.

Usulan itu kembali ditolak pada 16 September 2008. Pada 4 Desember 2008, KPK menerima surat dari Kementerian Keuangan terkait tambahan anggaran senilai Rp 90 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan gedung baru. Tetapi, dana itu tidak bisa langsung cair dan harus terlebih dulu dikoordinasikan dengan Komisi III untuk mendapat rekomendasi dan penetapan.

Ternyata, Komisi III justru menjawabnya dengan memberikan tanda bintang terhadap anggaran itu. Terakhir pada 5 September 2012, KPK kembali mengajukan permintaan untuk buka blokir dana pembangunan gedung KPK yang sebelumnya diberi tanda bintang.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik "Gedung Baru KPK"

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisSabrina Asril
    EditorAna Shofiana Syatiri
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Tutup Saluran Air dan Timbulkan Banjir, Proyek Tol Brebes-Pemalang Didemo Warga

    Tutup Saluran Air dan Timbulkan Banjir, Proyek Tol Brebes-Pemalang Didemo Warga

    Regional
    Moeldoko Sarankan Babinsa-Polisi Dilibatkan dalam Edukasi Kesehatan di Asmat

    Moeldoko Sarankan Babinsa-Polisi Dilibatkan dalam Edukasi Kesehatan di Asmat

    Nasional
    Sebelum Rampok Uang Milik Pengusaha di Ambon, Pelaku Juga Bobol Mobil Lain

    Sebelum Rampok Uang Milik Pengusaha di Ambon, Pelaku Juga Bobol Mobil Lain

    Regional
    Ditegur karena Bawa Penumpang, Pengemudi Ojek 'Online' Cekcok dengan Ojek Pangkalan

    Ditegur karena Bawa Penumpang, Pengemudi Ojek "Online" Cekcok dengan Ojek Pangkalan

    Regional
    Hujan Guyur Pamekasan Selama 4 Jam, Kantor KPU Terendam Banjir

    Hujan Guyur Pamekasan Selama 4 Jam, Kantor KPU Terendam Banjir

    Regional
    Setelah Ada Ultimatum, 6 Mobil Mewah di Jaksel Lunasi Pajaknya

    Setelah Ada Ultimatum, 6 Mobil Mewah di Jaksel Lunasi Pajaknya

    Megapolitan
    'Rapper' Jerman Anggota ISIS Tewas dalam Serangan Udara di Suriah

    "Rapper" Jerman Anggota ISIS Tewas dalam Serangan Udara di Suriah

    Internasional
    Gerebek Tempat Prostitusi, Mobil Laskar Pembela Islam Dirusak Warga

    Gerebek Tempat Prostitusi, Mobil Laskar Pembela Islam Dirusak Warga

    Regional
    Tim Labfor Polri Ambil Sampel Limbah Plastik di Karawang untuk Dicek Kandungannya

    Tim Labfor Polri Ambil Sampel Limbah Plastik di Karawang untuk Dicek Kandungannya

    Regional
    Kubu OSO Yakin Kepengurusan Daryatmo Ditolak Menkumham

    Kubu OSO Yakin Kepengurusan Daryatmo Ditolak Menkumham

    Nasional
    Duel MMA ONE Championship, Stefer Rahardian Waspadai Petarung Pakistan

    Duel MMA ONE Championship, Stefer Rahardian Waspadai Petarung Pakistan

    Olahraga
    Kepala BPRD: Data Penunggak Pajak Mobil Mewah yang Dirilis Anies Valid

    Kepala BPRD: Data Penunggak Pajak Mobil Mewah yang Dirilis Anies Valid

    Megapolitan
    KPK Diminta Setuju Revisi UU KPK jika Ingin Tangani Korupsi Swasta dalam KUHP

    KPK Diminta Setuju Revisi UU KPK jika Ingin Tangani Korupsi Swasta dalam KUHP

    Nasional
    Mencuri Uang, Bocah Ini Diikat dan Diseret Ibunya Pakai Sepeda Motor

    Mencuri Uang, Bocah Ini Diikat dan Diseret Ibunya Pakai Sepeda Motor

    Internasional
    Jonatan dan Anthony Terhenti

    Jonatan dan Anthony Terhenti

    Olahraga

    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM