Minggu, 21 Desember 2014

News / Nasional

KPK vs Polri

Polri: Kompol N Terlibat Penganiayaan Berat Tahun 2004

Jumat, 5 Oktober 2012 | 23:51 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Aparat kepolisian berupaya menangkap tersangka Kompol Novel, seorang penyidik di KPK, karena diduga terkait dengan kasus penganiayaan berat terhadap tersangka pencuri sarang burung walet di Bengkulu.

Dugaan penganiayaan berat itu diduga dilakukan Kompol Novel pada tahun 2004.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar di Jakarta, Jumat (5/10/2012) malam.

"Kompol N mau ditangkap karena terkait dugaan penganiayaan berat terhadap pencuri sarang burung walet di Bengkulu," kata Boy.

Penganiayaan berat yaitu penembakan pada kaki tersangka pencuri sarang burung walet itu, lanjut Boy, terjadi pada tahun 2004.

"Waktu itu, Kompol N menjadi Kasatreskrim di Polda Bengkulu," katanya.

Menurut Boy, penangkapan baru dilakukan saat ini karena korbannya baru melapor sekitar sebulan lalu.

Upaya penangkapan yang dilakukan anggota kepolisian dari Polda Bengkulu menimbulkan suasana mencekam di Gedung KPK. Sejumlah anggota kepolisian tampak berjaga-jaga di sejumlah titip di sekitar Gedung KPK dan mengawasi orang yang berlalu-lalang.

Namun, upaya tersebut tertahan karena tidak ada pimpinan KPK di tempat. Sejumlah petugas polisi berpakaian batik yang didampingi tiga pejabat Polda Metro Jaya tertahan di lobi KPK.

Sejumlah aktivis antikorupsi berkumpul di luar Gedung KPK untuk memberi dukungan kepada penyidik KPK. Beberapa tokoh juga tampak di lokasi seperti Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana, Anies Baswedan, Fadjroel Rachman, dan Taufik Basari.

 

 


Penulis: Ferry Santoso
Editor : Robert Adhi Ksp