Senin, 27 Maret 2017

Nasional

Manajemen Indonesia Mengajar Dinilai Baik

Jumat, 5 Oktober 2012 | 02:27 WIB

Jakarta, Kompas - Manajemen keuangan gerakan Indonesia Mengajar dinilai baik. Penilaian ini disampaikan PricewaterhouseCoopers setelah lembaga akuntan internasional terkemuka itu mengaudit keuangan Indonesia Mengajar secara gratis.

”Pengelolaan keuangan gerakan Indonesia Mengajar telah sesuai standar tata kelola organisasi yang baik (good governance),” kata Ketua Corporate Social Responsibility PricewaterhouseCoopers (PwC) Yusron Fauzan, Kamis (4/10), di Jakarta. Ia mengatakan hal itu dalam acara Corporate Responbility Expo PwC Indonesia.

”Opini wajar tanpa pengecualian untuk Indonesia Mengajar sama dengan yang kami keluarkan untuk Bank Mandiri dan Pertamina,” kata Yusron.

Gerakan Indonesia Mengajar merupakan partisipasi masyarakat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sarjanasarjana terbaik dari perguruan tinggi terkemuka diterjunkan setahun untuk jadi guru dan memberi inspirasi di daerah terpencil di sejumlah pelosok Indonesia.



Setelah setahun mengajar, mereka diharapkan kembali pada profesi semula. ”Jika mereka jadi pemimpin, bekal setahun hidup di tengah masyarakat terpencil akan sangat berharga. Mereka jadi pemimpin global, tetapi memahami permasalahan yang ada di tataran akar rumput,” kata Ketua Yayasan Indonesia Mengajar Anies Baswedan.

Partisipasi masyarakat

Anies mengatakan, pendekatan gerakan seperti yang dilakukan Indonesia Mengajar dengan mengirim pengajar muda ke sejumlah pelosok negeri telah berhasil menciptakan relawan dan jaringan yang bekerja sama mengatasi masalah pendidikan.

Gagasan untuk mengatasi kekurangan guru di daerah terpencil dengan mengirim anak-anak muda berprestasi juga mampu mendorong perubahan dan menumbuhkan inspirasi di kalangan siswa dan guru serta masyarakat.

Menurut Anies, upaya untuk menggerakkan masyarakat dan dunia usaha membantu menyelesaikan persoalan pendidikan Indonesia akan terus ditingkatkan.

”Kami akan mengajak masyarakat agar mau berdonasi. Pengajar muda sudah menginvestasikan hidupnya untuk mengajar di daerah terpencil. Bagian masyarakat untuk bisa berkontribusi, dalam bentuk uang atau bantuan lain, untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan, terutama di daerah terpencil,” paparnya.

Hingga saat ini, gerakan Indonesia Mengajar telah mengirimkan 241 pengajar muda ke 136 SD di 16 kabupaten, dari Aceh Utara di Sumatera sampai Fakfak di Papua. Total pelamar sampai angkatan terakhir adalah 26.363 orang.

”Jika dukungan dari masyarakat terus menguat, gerakan Indonesia Mengajar bisa mengirimkan lebih banyak pengajar muda yang masih dibutuhkan daerah-daerah terpencil lain,” kata Anies. (ELN)

Editor :