Minggu, 26 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 26 Mei 2013 | 08:32 WIB
Pilkada DKI Jakarta 2012
Puan: Kalah Pilkada Jakarta, Jangan Marah
Penulis : Sandro Gatra | Kamis, 20 September 2012 | 17:05 WIB
|
Share:
Puan: Kalah Pilkada Jakarta, Jangan MarahKompas/Alif IchwanMegawati dan Jokowi -Mantan Presiden RI yang juga Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri (kiri depan) berjalan bersama dengan Calon Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (kedua kiri), Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

JAKARTA, KOMPAS.com - Semua pihak diminta menunggu hasil penghitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta terkait hasil pemungutan suara putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Hasil hitung cepat atau quick count dari berbagai lembaga survei dinilai bukan hasil akhir.

Untuk itu, proses lanjutan setelah pemungutan suara hingga pengumuman resmi pemenang diharapkan berjalan dengan mulus. Kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur berserta seluruh massa pendukungnya diminta menahan diri atas hasil hitung cepat.

"Tidak jumawa karena merasa menang atau menunjukkan marah karena kalah. Sebab, quick count belumlah hasil final," kata Ketua DPP Partai Demokasi Indonesia Perjuangan Puan Maharani di Jakarta, Kamis ( 20/9/2012 ).

Seperti diberitakan, hasil hitung cepat beberapa lembaga menunjukkan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama unggul dibanding pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara). Hasil hitung cepat Litbang Kompas, Jokowi-Basuki unggul dengan total suara 52,97 persen dari jumlah suara sah. Adapun pasangan Foke-Nara mengantongi 47,03 persen dari suara sah.

Sedangkan hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang disiarkan TV One, Jokowi-Basuki mendapat suara sebanyak 53,68 persen dan Foke-Nara sebanyak 46,32 persen.

Puan mengatakan, sebagai salah satu parpol pendukung pasangan Jokowi-Basuki, PDIP tentunya merasa senang atas kemenangan sementara ini. Namun, kata dia, sebenarnya masyarakat pemilih lah yang menjadi pemenang sejati.

Bagi Jokowi-Basuki, tambah dia, hasil itu menjadi amanah besar lantaran harus mewujudkan seluruh janji-janji selama masa kampanye. "Pasangan Jokowi-Ahok dikenal dengan baju kotak- kotak. Akan tetapi, bila mereka resmi ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur yang baru, DKI Jakarta tidak bisa terkotak-kotak," kata dia.

"Mereka diharapkan membangun sebuah Jakarta yang baru. Mampu menyalurkan optimisme dan semangat baru kepada seluruh masyarakat DKI Jakarta," pungkas putri mantan Presiden Megawati Soekarno Putri itu.

Ikuti berita perkembangan pemilihan kepala daerah DKI Jakarta di liputan khusus "Jakarta 1"

Editor :
Hindra