MUI: Jangan Emosional Tanggapi Film The Innocence of Muslims - Kompas.com

MUI: Jangan Emosional Tanggapi Film The Innocence of Muslims

Joe Leribun
Kompas.com - 19/09/2012, 14:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa haram terhadap film The Innocence of Muslims yang dinilai sebagai penistaan terhadap Islam. Namun MUI mengingatkan agar umat Islam menanggapi film itu tidak secara emosional, apalagi sampai mengganggu kepentingan umum.

"Meski sudah direndahkan dan dilecehkan, jangan terpancing oleh provokasi pihak lain serta tetap menjaga kepentingan umum. Kita tidak perlu menanggapinya secara emosional. Begitu kita terpancing, pihak-pihak lain bertepuk tangan. Dengan demikian, tujuan mereka membuat ribut dan memecah belah tercapai," jelas Ketua Bidang Luar Negeri MUI KH Muhidin Junaidi dalam konfrensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/9/2012).

Sepert diberitakan sebelumnya, Film The Innocence of Muslims dinilai sebagai penghinaan terhadap agama Islam, Nabi Muhammad SAW, dan para sahabat Nabi. Karena itu film yang disutradarai Nakoula Basseley, warga Amerika Serikat, mendapat penolakan dari umat Islam, termasuk umat Islam Indonesia.

Salah satu penghinaan yang secara gamblang ada dalam film ini ialah visualisasi Nabi Muhammad SAW, yang menurut agama Islam tidak dibenarkan atau diharamkan. Pelarangan visualisasi Nabi di Indonesia diperkuat oleh MUI dengan fatwa MUI Nomor 12 tanggal 2 Juni 1988, yang berbunyi, para nabi/rasul dan keluarganya haram divisualisasikan dalam film.

"Dalam riwayat, bahwa Nabi pada Fath Makkah (penaklukan Mekkah) memerintahkan untuk memecahkan, menghancurkan gambar dan patung para nabi yang terdahulu yang dipajang di Ka'bah. Ijma' Sukati juga menyebutkan tentang tidak bolehnya melukis nabi atau rasul," kata Muhidin.

Dalam kaitan dengan film The Innocence of Muslims, MUI menyatakan, pertama, melarang film ini beredar di Indonesia dalam bentuk apa pun.

Kedua, mengusulkan agar para pelaku penistaan terhadap agama ini dibawa ke Mahkamah Konstitusi agar mendapat efek jera dan mendesak supaya diberi hukuman berat.

Ketiga, MUI mengingatkan pihak dalam negeri agar hati-hati bila membuat film yang memasuki wilayah peka. MUI menghargai kreativitas, tetapi tanpa penistaan terhadap agama.

Keempat, umat Islam hendaknya menanggapi film ini tidak dengan emosional. Kelima, umat Islam diminta untuk waspada dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah dalam menghadapi setiap provokasi dan konspirasi musuh.

Berita terkait reaksi atas film ini dapat diikuti dalam topik: The Innocence of Muslims

 

 

 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisJoe Leribun
    EditorAna Shofiana Syatiri
    Komentar

    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM