Foto yang dikirimkan pembaca Kompas.com, seorang warga Indonesia, yang mengaku tengah berada di Kopenhagen. Ia menduga, pria-pria berbaju batik di atas kapal dan tengah mengikuti "Kanal Tour" di Nyhavn adalah anggota DPR yang melakukan kunjungan kerja di Denmark dalam rangka mengkaji logo Palang Merah.
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat Dimyati Natakusuma menanggapi santai kritikan publik terkait foto rombongan Baleg yang tengah menaiki kapal di Kopenhagen, Denmark. Foto itu beredar di tengah kunjungan wakil rakyat ke negara tersebut. Menurut Dimyati, ketika itu rombongan bukan dalam rangka rekreasi, akan mengamati tata kelola air disela-sela tugas pembahasan Rancangan Undang-Undang Palang Merah.
"Foto itu, biar publik tahu kita sedang dinas makanya pakai batik. Kalau jalan-jalan, pake kaus dong, pake jaket," kata Dimyati di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (13/9/2012), ketika memaparkan hasil kunjungan kerja ke Denmark.
Dimyati mengatakan, rombongan menaiki kapal itu karena ada jeda waktu sebelum bertemu Duta Besar Indonesia pada sore hari. Kebetulan, kata politisi Partai Persatuan Pembangunan itu, di depan Kantor Kedubes ada kanal.
"Pak Dubes juga tanya apa sudah lihat lingkungan Denmark? Bagaimana bisa bicara Denmark kalau belum lihat. Ke sana juga enggak melanggar kode etik. Kalau ke night club, ke diskotek baru melanggar kode etik," katanya.
Menurut Dimyati, studi banding ke luar negeri tetap diperlukan. Pasalnya, kata dia, perlu ada penelitian untuk mengetahui banyak hal yang tidak bisa didapat di Indonesia.
"Membuat RUU baru tidak gampang. Harus observasi, penelitian, dan studi komparatif. Hanya penjelasan di desertasi saja harus studi komparatif," ujarnya.
Seperti diberitakan, Badan Kehormatan DPR akan mengklarifikasi kepada rombongan Baleg terkait foto yang dikirimkan warga Indonesia di Denmark. Foto itu memperlihatkan rombongan Baleg yang dipimpin Dimyati tengah menaiki kapal dalam kegiatan "canal tour".
Berita terkait kunjungan kerja ini dapat diikuti dalam berita "DPR Studi Banding PMI ke Turki dan Denmark"