Jumat, 19 Desember 2014

News / Nasional

Dugaan Suap Cek Perjalanan

Tjahjo Kumolo Jadi Saksi Miranda

Kamis, 6 September 2012 | 10:57 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Persidangan kasus dugaan suap cek perjalanan dengan terdakwa Miranda S Goeltom kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (6/9/2012). Persidangan kali ini akan menghadirkan sejumlah saksi, salah satunya anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Tjahjo Kumolo.

"Hari ini Tjahjo Kumolo jadi saksi," kata pengacara Miranda, Andi S Simangungsong melalui pesan singkat.

Tjahjo dihadirkan sebagai saksi atas permintaan pihak Miranda. Kesaksian Tjahjo yang juga anggota DPR 1999-2004 itu dianggap penting dalam mencari kebenaran materil terkait keterangan Agus Condro yang mengaku mendengar dari Tjahjo bahwa Miranda bersedia menyiapkan dana Rp 300 juta hingga Rp 500 juta untuk Fraksi PDI Perjuangan terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004.

Tjahjo sendiri sudah tiba di Pengadilan Tipikor pagi ini.

"Saya diundang majelis hakim untuk menghadiri sidang sebagai saksi Miranda," ucap Tjahjo.

Selebihnya, dia mengatakan, "Lihat saja di persidangan, saya kurang tahu juga."

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tipikor memerintahkan tim jaksa penuntut umum KPK untuk menghadirkan Tjahjo sebagai saksi. Meski Tjahjo tidak diperiksa dalam proses penyidikan di KPK, keterangannya dianggap penting untuk mencari kebenaran materiil kasus Miranda.

Tim pengacara Miranda sebelumnya meminta kepada majelis hakim agar Tjahjo dihadirkan untuk diklarifikasi terkait kesaksian anggota DPR 19989-2004 yang lain, Agus Condro. Saat bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor beberapa waktu lalu, Agus Condro mengaku mendengar ada uang Rp 300 juta hingga Rp 500 juta yang disiapkan Miranda.

Rencana kucuran uang dari Miranda itu didengar Agus dalam rapat kelompok fraksi (poksi) PDI-Perjuangan di Komisi IX, sebelum uji kelayakan dan kepatutan calon DGS BI 2004.

"Saat itu, pimpinan, Tjahjo Kumolo, mengatakan Miranda bersedia kasih Rp 300 juta. Tapi, kalau kita minta Rp 500 juta, dia (Miranda) tidak keberatan," ujar Agus pada awal Agustus lalu.

Saat itu, Tjahjo menjabat sebagai pimpinan Fraksi PDI Perjuangan. Agus mengungkapkan, Fraksi PDI Perjuangan sepakat untuk memilih Miranda sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004. Selain ungkapan Tjahjo, Agus mendengar celetukan rekan separtainya yang juga menyinggung soal uang dari Miranda.

"Kata teman saya itu, kalau dia bisa menyiapkan Rp 500 juta, kenapa kita minta Rp 300 juta? Bodoh itu," ujar Agus menirukan teman separtainya itu.

Terkait keterangan Agus ini, pengacara Miranda menilai kesaksian mantan politikus PDI Perjuangan itu tidak bisa dijadikan bukti bagi jaksa dalam menuntut Miranda.

"Secara hukum, keterangan Agus itu testimonium de auditu, keterangan yang tidak didengar langsung tapi dari orang lain," ujar pengacara Miranda, Dodi Abdul Kadir beberapa hari lalu.

Apalagi, lanjutnya, keterangan Agus itu tidak didukung keterangan saksi lain. Sejauh ini belum ada saksi selain Agus yang mendengar Tjahjo mengatakan bahwa Miranda bersedia menyiapkan uang Rp 300 juta hingga Rp 500 juta terkait pemilihan DGS BI 2004 tersebut.

Ikuti perkembangan berita terkait sidang kasus ini dalam topik "Sidang Miranda Goeltom"


Penulis: Icha Rastika
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary