dok. Tune HotelsKamar Tune Hotel Pasar Baru, Jakarta
JAKARTA, KOMPAS.com — "Menginap dimana?" adalah salah satu hal yang sering terlontar oleh para wisatawan. Tak dipungkiri, penginapan merupakan salah satu akomodasi penting setelah berada di daerah tujuan wisata. Tak heran jika di sekitar lokasi wisata banyak dibangun hotel dan homestay untuk memenuhi kebutuhan tinggal wisatawan.
"Kalau saya memilih penginapan biasanya lihat lokasinya. Strategis, dekat dengan tempat belanja, dan transportasinya mudah yang penting." ungkap Nicholas Saputra, artis sekaligus traveler, pada peresmian Tune Hotel di Pasar Baru, Jakarta, Senin (3/9/2012).
Mengingat lokasi merupakan hal yang sangat penting, keberadaan Tune Hotel di kawasan Pasar Baru, Jakarta, ini dinilai sangat tepat. Menurut Mark Lankester, CEO Group Tune Hotel, Jakarta dilihat sebagai pintu gerbang bagi wisatawan sebagai tempat singgah ke destinasi wisata selanjutnya, seperti Bali, Medan, Yogyakarta, dan Surabaya.
"Tentu Anda semua setuju jika Pasar Baru sebagai salah satu tempat strategis di Jakarta; sebagai pusat belanja, juga bisnis," tambah Mark.
Selain lokasi, hal lain yang diperhatikan wisatawan dalam memilih penginapan ialah keamanan dan kenyamanan.
"Tempat menginap yang saya pilih itu biasanya yang aman dan nyaman. Karena saya biasanya traveling sendiri, jadi kedua hal itu sangat penting," unkap Izabel Jahja, artis dan juga model yang gemar traveling.
Pelayanan Tune Hotel memerhatikan apa yang diinginkan para tamu, terutama traveler. "Kita memfasilitasi yang dicari para tamu," kata Mark.
Tune Hotel memiliki 168 kamar dengan menyediakan kamar khusus bagi kaum disabilitas, dengan kamar mandi yang lebih luas daripada kamar reguler. Mengusung konsep "Pay What Only What You Need", para tamu bisa memilih apa saja yang mereka butuhkan selama mereka menginap.
