Kamis, 23 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Mei 2013 | 15:35 WIB
Dua Jenasah Terduga Teroris Tiba di RS Polri
Penulis : Robertus Belarminus | Sabtu, 1 September 2012 | 13:32 WIB
|
Share:

Dua Jenasah Terduga Teroris Tiba di RS Polri
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Aparat keamanan memeriksa lokasi penyergapan terhadap terduga pelaku penembakan polisi di Jalan Veteran, Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/8) malam. Terduga pelaku teror tersebut ditembak sekitar pukul 21.30. Hingga saat ini kasus tersebut masih ditangani secara intensif oleh pihak kepolisian.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua jenazah terduga teroris, Farhan dan Muksin, tiba di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (1/9/2012) sekitar pukul 12.00 WIB. Kedua jenazah tersebut dibawa dengan menggunakan ambulans disertai pengawalan aparat.

Tampak dua jenazah yang dimuat dalam kantong berwarna orange langsung dibawa masuk oleh petugas rumah sakit menuju kamar jenazah. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri akan melakukan identifikasi terhadap keduanya, termasuk mencocokkan data antemortem (sebelum kematian) dan postmortem (setelah kematian).

Dari Solo, mobil jenazah itu dikawal enam orang aparat Den A Pelopor Satuan Brimob Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kapolsek Kramat Jati Komisaris Imran Gultom mengatakan, kamar jenazah RS Polri dijaga polisi gabungan Polsek Kramat Jati dan Polres Jakarta Timur.

"Dari kami ada 35 anggota, dari Polres ada 5," kata Imran.

Secara terpisah, Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo mengatakan, keduanya diduga berusia 19 tahun. Mereka diduga bagian dari jaringan teroris di Filipina.

"Mereka terlibat penyelundupan senjata api dari Fipina. Pelaku juga pernah menjalani pelatihan militer bergabung dengan kelompok Abu Sayyaf, grup di Mindanao, Filipina," ujar Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Anang Iskandar.

Kelompok ini kemudian masuk ke Indonesia dan melakukan aksi teror ke sejumlah pos kepolisian pada bulan Agustus 2012. Kelompok ini diduga bertanggung jawab atas serangkaian aksi teror di Solo selama bulan Agustus 2012.

 

Editor :
Hindra