Minggu, 20 April 2014

News / Nasional

Polisi Tangkap Hidup Terduga Teroris di Karanganyar

Sabtu, 1 September 2012 | 12:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Satu orang terduga teroris yang tertangkap hidup diketahui bernama Bayu. Berbeda dengan dua terduga lainnya yang tewas dalam pernyergapan di Jl Veteran, Solo, Jumat (31/8/2012), Bayu disergap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror di Karanganyar, Jawa Tengah.

Hal ini diungkapkan Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Anang Iskandar, Sabtu (1/9/2012), dalam pesan singkat yang diterima wartawan. "Pada pukul 23.00 WIB, dilakukan penangkapan terhadap pelaku teror atas nama Bayu. Yang bersangkutan ditangkap di Karanganyar," ujar Anang.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar menuturkan, terduga teroris yang selamat masih diperiksa intensif di Jawa Tengah. "Ya, ada satu yang hidup atas nama B (Bayu), masih periksa di Jateng sampai sekarang," ujar Boy.

Diberitakan sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri melakukan penggerebekan dan penangkapan terduga teroris di Jalan Veteran, Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/8/2012) malam. Saat itu, sebuah sepeda motor yang dicurigai sebagai pelaku teror dipepet oleh rombongan mobil berisi anggota Densus 88.

Ketika hendak disergap, para pelaku melakukan perlawanan hingga akhirnya terjadi baku tembak. Dua orang terduga teroris tewas di tempat sementara seorang anggota Densus 88 turut gugur dalam tugasnya.

Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo dalam keterangan persnya di Polres Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (1/9/2012), menyebutkan, ketiga orang di atas adalah eksekutor aksi teror yang terjadi belakangan ini di Solo.

Seperti diberitakan, penembakan terjadi di Pos Polisi Singosaren, Solo, Jawa Tengah, Kamis (30/8/2012) malam. Seorang anggota Polsek Singosaren bernama Bripka Dwi Data Subekti meninggal dunia akibat luka tembak di bagian dada. Pelaku diketahui berjumlah dua orang dan datang menggunakan sepeda motor Suzuki Smash. Pelaku yang menggunakan penutup wajah itu melakukan aksinya dengan cepat.

Sebelumnya, aksi teror serupa juga sempat terjadi di dua pos pengamanan (pospam) Lebaran di Solo. Penembakan dan pelemparan granat oleh orang tak dikenal dilakukan secara berturut-turut. Pertama di Pospam Simpang Gemblengan, Jumat (17/8/2012). Hal yang sama kembali terulang di Bundaran Gladak, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (18/8/2012). Pada kejadian tersebut, dua polisi terluka.


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Heru Margianto