Kamis, 30 Oktober 2014

News / Nasional

BIN: Solo Memanas, Intelijen Perbaiki Diri

Sabtu, 1 September 2012 | 11:43 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Intelijen Negara Letjen Marciano Norman mengatakan, jajaran intelijen terus melakukan perbaikan dalam menjalankan tugas pendeteksian dan pencegahan dini. Mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) ini berharap, tak ada lagi aksi penembakan terhadap anggota kepolisian maupun masyarakat di Solo dan kota-kota lainnya di Indonesia.

"Sistem komunikasi perlu diperbaiki. Kami berupaya agar kejadian serupa tak terjadi lagi di masa mendatang," kata Marciano kepada Kompas.com, Sabtu (1/9/2012).

Hal ini disampaikan menanggapi tudingan bahwa jajaran intelijen kecolongan terkait maraknya aksi penembakan di Solo selama bulan Agustus ini.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Jateng Ahmad Daroji, misalnya, menilai, rentetan teror di Solo menunjukkan intelijen kecolongan. Ia berharap, aparat intelijen dari berbagai lembaga untuk bersinergi mengungkapkan teror itu. Ia juga berharap, teror di Solo tak dikaitkan dengan Pilkada DKI Jakarta.

Tokoh masyarakat Solo, Mudrick S Sangidu, sepakat dengan Daroji, kasus beruntun di Solo itu sebagai bukti aparat intelijen kecolongan. Dari tiga kasus yang semuanya menyerang kepolisian, hal itu merupakan peringatan kepada institusi kepolisian.

”Seolah-olah pelaku mengajak menjadikan polisi sebagai musuh bersama. Kalau dikaitkan dengan Pilkada DKI Jakarta, terlalu jauh,” ujarnya.

Menurut ahli hukum dari Universitas Sebelas Maret, Solo, M Jamin, teror di Solo jelas mengarah kepada polisi saja. Karena itu, polisi ditantang untuk mengungkapkan kasus itu.

”Kejadian sebelumnya kan sudah ada bukti forensik yang sebenarnya bisa diungkapkan. Polisi melalui intelijen seharusnya bisa mendeteksi,” katanya.

Marciano juga mengatakan, jajaran kepolisian dan aparat keamanan lainnya harus siap bertindak manakala ada laporan dari masyarakat terkait adanya aksi-aksi mencurigakan di lingkungan tempat tinggalnya.

Sebelumnya, dua hari setelah penembakan di pos pengamanan Lebaran di Gemblengan, Serengan, Solo, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  menginstruksikan pihak kepolisiaan agar meningkatkan kewaspadaan.

"Jajaran kepolisian di manapun, khususnya pengamanan, harus bisa mewaspadai segala kemungkinan yang mungkin sengaja dilakukan oknum atau kelompok tertentu yang tidak bertanggung jawab," kata Juru Bicara Julian Aldrin Pasha.

 


Penulis: Hindra Liauw
Editor : Hindra